Loading Posts...

1. Argopuro (3.088 mdpl)

Argopuro ekstrem karena treknya. Berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Situbondo, Gunung Argopuro adalah gunung yang treknya terpanjang se-Jawa. Beberapa sumber bilang, dari ujung ke ujung (Pintu Baderan di Situbondo ke Bremi di Probolinggo atau sebaliknya) trek Argopuro panjangnya 59 km, sementara sumber lain bilang 63 km. Hampir sama kayak jarak Jogja-Solo.

Alun-Alun Cikasur Gunung Argopuro/Fuji Adriza

2. Binaiya (3.027 mdpl)

Tinggi Gunung Binaiya di Pulau Seram memang cuma 3.027 mdpl. Tapi, tidak seperti trek-trek gunung lain yang mulai didaki dari ketinggian 1000 atau 2000-an mdpl, kamu bakal mendakinya dari ketinggian nol meter (via pintu selatan, Piliana). Kalau tidak mau naik dari jalur selatan, kamu juga bisa naik lewat jalur utara (Kanike) dari ketinggian 186 mdpl. Pastikan stamina kamu teruji sebab pendakian Binaiya akan membawamu ke banyak bentang alam: hutan pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan, dan hutan sub-alpin.

3. Carstensz (4.884 mdpl)

Puncak Carstensz Pyramid adalah titik tertinggi di Pegunungan Sudirman, Taman Nasional Lorentz, Provinsi Papua. Dua jalur yang umum digunakan pada pendakian Carstensz Pyramid adalah Ilaga (Kabupaten Puncak) dan Sugapa (Kabupaten Intan Jaya). Supaya bisa tiba di puncak tertinggi di Australasia ini kamu mesti punya kemampuan memanjat dan tali temali, sebab dari kamp terakhir kamu mesti memanjat tebing curam.

“Tyrolean traverse” dalam pendakian Carstensz Pyramid via mtnprofessionals.com

4. Latimojong (3.430 mdpl)

Atap Pulau Sulawesi ini ekstrem karena untuk ke sana kamu mesti melewati hutan lebat dan jalur terjal. Ekosistem di sini masih cukup terjaga. Bahkan kalau beruntung kamu bisa ketemu anoa atau babirusa. Terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, perlu waktu sekitar 10 jam perjalanan dari Makassar menuju titik awal pendakian di Desa Karangan. Dari Desa Karangan, biasanya pendakian sampai ke Puncak Rantemario perlu waktu sekitar 10-11 jam melewati hutan tropis yang lebat dan jalur yang terjal.

BACA JUGA  6 Kawasan Kota Tua di Indonesia yang Asyik untuk Kamu Jelajahi

5. Leuser (3.444 mdpl)

Kalau dibandingkan dengan trek Gunung Leuser di Aceh, trek Argopuro yang terpanjang di Jawa bakal terasa seperti trek pendakian Sabtu-Minggu. Bagaimana enggak jika untuk ke puncaknya saja perlu waktu sekitar 10-14 hari dengan menempuh jarak sekitar 51 km (Argopuro sekitar 59-63 km tapi dihitung dari ujung ke ujung atau dari Baderan ke Bremi). Pendakian Leuser dapat dilakukan melalui tiga jalur, yakni Kedah, Agusan, dan Meukak. Leuser juga dihuni oleh sekitar 89 fauna langka, salah satunya adalah harimau sumatera. Tertarik?

Gunung Raung via wikipedia.org

6. Raung (3.344 mdpl)

Bicara soal Gunung Raung adalah bicara soal Puncak Sejati. Berbeda dari puncak-puncak lain di Pulau Jawa, untuk menuju puncak nomor dua tertinggi di Jawa Timur ini kamu harus traversing dan mendaki tebing batu nan terjal, dengan bantuan webbing atau kernmantle. Nggak heran kalau Puncak Raung diberi nama Puncak Sejati. Cuma orang-orang yang sudah menaklukkan ketakutan yang ada dalam diri mereka sendirilah yang bakal berani ke Puncak Sejati Raung.

7. Salak (2.221 mdpl)

Coba tanyakan temanmu yang pernah ke Gunung Salak, “Ayo ke Salak lagi?” Pasti sebagian besar menggeleng. Trek salak memang lumayan ekstrem meskipun titik tertingginya cuma 2.221 mdpl. Selain treknya yang bikin gila, Gunung Salak juga dikenal sebagai salah satu gunung yang angker di Indonesia—setidaknya banyak pendaki yang bilang begitu. Tapi mungkin saja “penampakan” yang dilihat para pendaki itu muncul karena mereka sudah sangat kecapekan dihantam jalur ekstrem Gunung Salak.

7
Ingin KesanaIngin Kesana
Sudah Kesana!Sudah Kesana!
Belum KesanaBelum Kesana
Voted Thanks!

Related Post

TelusuRI

TelusuRI

telusuri.org

Leave a Comment

Loading Posts...