Loading Posts...

1. Sahur menjelang dan berbuka segera setelah adzan magrib berkumandang

Karena di bulan puasa kamu nggak bisa makan dan minum antara terbit fajar dan tenggelam matahari, kamu hanya bisa mengisi energi saat sahur dan berbuka. Kalau bisa, usahakan untuk santap sahur menjelang imsak. Dan begitu pula ketika kamu mendengar suara bedug atau azan magrib, segeralah berbuka puasa, jangan ditunda-tunda. Untuk jalan-jalan kamu perlu energi yang lumayan banyak.

2. Pagi dan sore jalan kaki, siang hari naik kendaraan umum

Nggak ada yang lebih seru dari jalan kaki mengelilingi kota baru yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Capek, sih. Tapi kamu akan bisa melihat hal-hal kecil yang mungkin luput dari pengamatanmu kalau kamu berkeliling naik kendaraan. Selain bulan puasa, kamu bisa sepuasnya jalan kaki seharian. Kalau haus tinggal minum, lapar tinggal makan. Nah, di bulan puasa, jalan kaki di siang hari akan menguras energi sangat banyak. Tapi kamu masih tetap bisa jalan kaki pagi dan sore hari ketika matahari sudah mulai condong ke cakrawala. Siang hari naik kendaraan umum saja.

3. Cari destinasi yang punya tradisi Ramadan yang unik

Umumnya, tiap kota punya tradisi unik untuk menyambut bulan puasa. Pontianak misalnya. Setiap puasa, menjelang lebaran, kampung-kampung di pinggir Sungai Kapuas akan mempersiapkan meriam-meriam legum raksasa yang akan dipasang di pinggir sungai. Hanya di bulan puasa kamu akan bisa merasakan menyusuri Sungai Kapuas sembari mendengarkan bunyi meriam-meriam legum raksasa yang suaranya seperti meriam perang zaman kolonial.

4. Ingat ini: bulan puasa kamu bisa mencicipi hidangan-hidangan unik untuk buka puasa

Bulan puasa, makanan dan makanan unik yang jarang ditemui di bulan-bulan biasa akan keluar semua. Biasanya tiap-tiap kota akan punya lokasi-lokasi khusus tempat para penjual makanan dan minuman menggelar dagangan beberapa jam menjelang waktu berbuka puasa.

BACA JUGA  10 Alasan untuk Selalu Menulis Catatan Perjalanan

5. Sebaiknya kenakan pakaian yang sopan menurut adat setempat

Beberapa daerah cukup sensitif mengenai budaya berbusana. Jalan-jalan berkeliling dengan busana yang normal menurut kamu belum tentu elok di mata orang-orang lokal. Dan jika cara berbusana kamu ofensif menurut mereka, mereka tak akan segan-segan untuk menegur kamu. Jadi demi kenyamanan semua pihak, gunakanlah pakaian yang sopan menurut budaya lokal.

6. Hindari melakukan perjalanan antarkota menjelang waktu berbuka puasa tiba

Kecuali armada-armada bus besar yang sudah punya jadwal tetap, angkutan antarkota biasanya akan istirahat sejenak menjelang dan beberapa saat setelah waktu berbuka puasa tiba. Bahkan di beberapa daerah, angkutan antarkota akan berhenti beroperasi karena pengemudi dan kondekturnya harus berbuka dan lanjut menunaikan ibadah salat tarawih. Agar rencanamu berjalan dengan lancar, usahakan untuk melakukan perjalanan antarkota jauh sebelum waktu berbuka puasa tiba.

7. Kalau anggaranmu mepet, cari masjid untuk berbuka puasa

Masjid-masjid di Indonesia biasanya menyediakan ta’jil alias hidangan berbuka puasa yang biasanya disiapkan oleh masyarakat sekitar. Dan biasanya yang disediakan bukan cuma minuman dan makanan ringan, melainkan juga makanan berat seperti nasi plus lauk-pauk. Lumayan, ‘kan, untuk menghemat anggaran?

Ingin KesanaIngin Kesana
Sudah Kesana!Sudah Kesana!
Belum KesanaBelum Kesana
Voted Thanks!

Related Post

TelusuRI

TelusuRI

telusuri.org

Leave a Comment

Loading Posts...