Kabupaten Lombok Tengah

Merayakan Festival Bau Nyale 2017 di Lombok

Posted in 16 Feb 2017 by telusuRI

Tahun ini masyarakat Mandalika, Lombok Tengah, dan sekitarnya, akan merayakan kembali tradisi Bau Nyale, sebuah tradisi menangkap nyale atau cacing laut yang dilakukan oleh penduduk Lombok bagian selatan, khususnya para penganut Wetu Telu.

Nyale di Mandalika ini sangat unik, hanya muncul satu tahun sekali pada musim hujan di sekitar Pantai Kuta dan Pantai Seger. Mereka hanya kelihatan selama dua hingga tiga malam saja sebelum matahari bercengkrama dengan manusia.

Foto: pesonasunsetlombok.blogspot.co.id

Masyarakat percaya bahwa nyale yang muncul di Laut Selatan Lombok tersebut merupakan jelmaan dari Putri Mandalika. Konon, sang putri diperebutkan banyak pangeran, namun karena tidak bisa menentukan pilihan, sang putri kemudian menceburkan diri ke laut. Tradisi ini pun menjadi pelepas rindu masyarakat kepada Putri Mandalika yang sudah lama menghilang.

Nyale, oleh masyarakat setempat juga dipercaya memiliki tuah yang bisa mendatangkan kesejahteraan, keselamatan, sekaligus menyuburkan tanah supaya hasil panen melimpah. Biasanya, nyale yang sudah ditangkap akan ditaburkan ke sawah dan tanaman lain supaya subur. Ada pula yang mengolah nyale menjadi santapan cita rasa khas Mandalika.

Foto: ranyoga.wordpress.com

Perayaan tradisi Bau Nyale yang berlangsung pada 16-17 Februari 2017 ini akan dipusatkan di Pantai Seger, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Tanggal ini ditetapkan sesuai dengan kesepakatan dan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat.

Para pejalan bisa hadir dan mengikuti serangkaian acara Festival Bau Nyale mulai dari tanggal 10 Februari 2017. Akan ada acara bersih pantai, parade budaya, surfing, voli pantai, kompetisi foto, pemilihan Putri Mandalika, juga kampung kuliner.

Ada yang mau ikutan datang ke Lombok untuk mencari sang putri yang hilang?

Bagikan :