Kabupaten Trenggalek

Jembatan Galau di Hutan Bakau

Posted in 07 Oct 2016 by Alan Nobita

Jika cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pegunungan di segala arah—kecuali selatan.

Setelah berkendara sekitar dua jam dari Kota Tulungagung, akhirnya kami tiba di kawasan parkir hutan bakau (mangrove) ini. Hutan Mangrove Pancer Cengkrong ini terletak di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, dan dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kejung Samodra Karangggandu. Kawasan ini tidak seberapa jauh dari bibir Pantai Cengkrongan, hanya terpaut sekitar 500 meter.

Saat kami ke sana pengunjung tidak terlalu ramai. Barangkali karena bukan hari libur. Untuk memasuki kawasan ini kami hanya membayar biaya parkir kendaraan saja.

Selain hutannya, atraksi lain yang tidak kalah menarik dari hutan bakau ini adalah “jembatan galau.” Dari tempat parkir, ia sudah tampak, siap menyambut kalian beserta segala kegalauan. Jembatan galau adalah platform kayu tempat para pengunjung bisa berkeliling menikmati suasana hutan bakau. Keberadaan jembatan galau membuat kamu tidak harus basah dan kotor berjalan di atas lumpur yang terbawa aliran Sungai Kalisongo yang bermuara di Pantai Cengkrongan. Pemandangan di sini cukup indah. Jika cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pegunungan di segala arah—kecuali selatan.

jembatan Galau_004

Jembatan Galau, di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Trenggalek.

Karena pohon mangrove di kawasan ini pendek-pendek, mereka tidak mampu memberi suasana sejuk bagi para pengunjung. Untungnya di setiap sudut jembatan galau sudah dibangun gazebo-gazebo yang dapat kamu gunankan untuk berteduh atau beristirahat menyantap bekal makan siang. Selain dapat belajar banyak mengenai ekosistem bakau, kamu juga bisa ikut berpartisipasi dalam pelesatarian alam dengan cara menanam pohon mangrove di area persemaian.

Hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai areal wisata alam untuk melepas kepenatan atau sekadar wisata edukasi. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi penyangga kehidupan kawasan sekitarnya. Bakau bisa menjadi perisai yang menghalangi material yang terbawa aliran sungai menuju laut. Ia juga adalah benteng alami untuk menghalangi dan mengurangi kekuatan ombak besar yang menerjang daratan. Setelah mengetahui pentingnya kawasan mangrove tersebut, kita sebagai pengunjung juga harus membantu pihak pengelola untuk menjaga dan melestarikannya. Minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak jembatan galau. Jika tempat ini kotor dan rusak, pasti kamu akan bingung juga mencari tempat galau lain yang nyaman.

 

SHARE TO:



Comment :