Kabupaten Klaten

Ratu Boko: Menikmati Senja di Gerbang Istana

Posted in 06 Oct 2016 by Sutiknyo

ratu boko 2

Bagunan gerbang istana ini pasti terlihat megah dan kokoh saat kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Boko ini masih menguasai wilayah Prambanan.

Duduk termenung di sebuah gerbang istana yang megah membuat angan melambung ke beberapa abad silam. Bagunan gerbang istana ini pasti terlihat megah dan kokoh saat kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Boko ini masih menguasai wilayah Prambanan. Orang lebih sering menyebut Candi Ratu Boko dengan sebutan “Candi Boko,” meskipun secara fisik Candi Boko lebih mirip bekas bangunan istana.

Dari atas Candi Pembakaran yang terletak lebih tinggi dari gapura, kamu bisa melihat dua buah gapura indah lambang kemegahan Istana Ratu Boko. Berkeliling bekas istana ini kita akan kembali belajar tentang nilai-nilai sejarah yang tersimpan di negeri ini, yang harusnya tetap mendapatkan perhatian besar dari setiap generasi. Seharusnya tempat ini bukan cuma jadi saksi euforia pasangan-pasangan yang menjadikannya sebagai lokasi pre-wedding saja, tapi juga sebagai sebuah media pembelajaran sejarah bagi generasi muda sekarang dan masa yang akan datang.

ratu boko

Sunset di gerbang istana terlihat begitu mempesona. Langit seolah membara tepat di atas dua gapura istana.

Jika berkunjung ke Ratu Boko, jangan lupa untuk menikmati momen matahari terbit dan tenggelam. Sunset di gerbang istana terlihat begitu mempesona. Langit seolah membara tepat di atas dua gapura istana. Namun bersiap-siaplah untuk dihampiri petugas keamanan ketika menikmati sunset, sebab jam operasional candi hanya sampai jam 6 sore saja, sementara kalau sudah terlena menikmati sunset tahu-tahu sudah jam setengah tujuh saja.

Selain gerbang istana yang megah dan Candi Pembakaran yang dulunya digunakan sebagai tempat pembakaran mayat, ada juga paseban, pendopo, dan keputren. Paseban adalah tempat para raja menerima tamu. Sekarang yang tersisa hanya tinggal bekas lantainya saja.

ratu boko 4

Selain gerbang istana yang megah dan Candi Pembakaran yang dulunya digunakan sebagai tempat pembakaran mayat, ada juga paseban, pendopo, dan keputren.

Setelah melewati paseban kita akan menjumpai sebuah bangunan pendopo. Dulu di pendopo inilah Ratu Boko menjalankan roda pemerintahan kerajaannya. Pendopo ini berbentuk empat persegi panjang yang keempat sisinya dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari bebatuan andesit. Naiklah ke atas pendopo dan nikmatilah keheningan di atas pendopo ini. Lalu terbangkan anganmu menuju beberapa abad ketika Ratu Boko masih memerintah di lokasi yang saat ini kamu pijak!

SHARE TO:



Comment :