Kabupaten Gunung Kidul

Jejak-Jejak Prabu Brawijaya di Selatan Jawa

Posted in 07 Oct 2016 by Dhave Dhanang

c1

Pantai Ngrenehan yang berada di timur berbentuk teluk.

Biasanya yang menjadi sentral dari mitos-mitos di Pantai Selatan Jawa adalah Nyi Roro Kidul atau Nyi Blorong. Dua pantai ini—Ngrenehan dan Ngobaran—berbeda. Mereka lebih dekat pada legenda Prabu Brawijaya. Entah benar atau tidak, siapa yang tahu. Para penutur hanya mencoba melakukan “gotak gatuk matuk” atau saling mengaitkan benang merah saja.

Pantai Ngrenehan yang berada di timur berbentuk teluk. Benteng karang yang menahan air laut membuat secara sekilas pantai ini tampak seperti laguna. Nama Ngrenehan terdengar lucu di telingamu, bukan? Ternyata cerita di balik penamaan Ngrenehan juga berkaitan dengan legenda Prabu Brawijaya. Ngrenehan berasal dari bahasa Jawa yang artinya ajakan. Konon Prabu Brawijaya sang Raja Majapahit melarikan diri menuju pantai ini ketika kerajaannya diserang Demak. Suatu ketika, Demak mengirim utusannya kepada Prabu Brawijaya untuk meminta sang raja untuk bersedia bekerja sama. Itulah sebab mengapa pantai ini diberi nama Ngrenehan.

14246660482011855817

Selain sebagai tempat berlabuh perahu nelayan, Pantai Ngrenehan juga dijadikan tempat pelelangan ikan.

Pantai unik berbentuk ladam ini menjadi lokasi strategis bagi para nelayan sebab pas sekali untuk dijadikan pelabuhan. Ganasnya ombak laut selatan diredam oleh mulut ladam, sehingga mudah bagi perahu untuk keluar-masuk pelabuhan tanpa khawatir terhempas ombak yang menggulung. Selain sebagai tempat berlabuh perahu nelayan, Pantai Ngrenehan juga dijadikan tempat pelelangan ikan. Beragam jenis ikan laut segar tersedia di sini. Jika ingin menikmati ikan segar, kamu bisa minta tolong pada para penjual makanan untuk menggoreng atau membakar ikan yang kamu pilih dari tempat pelelangan. Setelah itu kamu tinggal menunggu sampai ikan-ikan pilihanmu dihidangkan.

Di barat Ngrenehan adalah Pantai Ngobaran. Pantai ini lebih kental lagi aura spiritualnya. Di bukit paling tinggi dibangun sebuah tempat persembahyangan umat hindu. Pelataran parkir dihiasi beberapa ornamen khas Hindu berupa patung-patung dewa. Pantai ini menyimpan sebuah kisah tentang ketulusan cinta, kesucian hati, dan pengorbanan seorang permaisuri raja. Konon di pantai ini salah seorang permaisuri Prabu Brawijaya membakar dirinya sendiri sebagai bukti cinta dan kesetiaannya pada sang raja. Kobaran api yang menyulur dan membakar inilah yang kemudian menjadi asal nama Ngobaran, yang artinya membakar. Saya jadi teringat kisah serupa yang dialami Dewi Shinta dalam epilog wayang. Untuk membuktikan kisah cintanya kepada Rama, Shinta melakukan bakar diri.

142466608811611123

Di barat Ngrenehan adalah Pantai Ngobaran. Pantai ini lebih kental lagi aura spiritualnya.

Di sebelah barat Ngobaran sebenarnya ada satu pantai lagi yaitu Nguyahan. Namun pantai ini tidak ada hubungannya dengan kisah Prabu Brawijaya. Nama pantai ini berasal dari kata uyah (bahasa Jawa) yang artinya garam. Nguyahan berarti tempat pembuatan garam. Pada zaman kolonial, pantai ini adalah salah satu ladang garam untuk memenuhi kebutuhan garam Hindia-Belanda. Di pantai ini para perajin garam mengambil air laut dan mengeringkannya sampai menjadi garam. Dahulu pantai ini sepi, nyaris tanpa pengunjung. Terlebih ketika produksi garam berhenti.

1424666161563433811

Dahulu pantai ini sepi, nyaris tanpa pengunjung. Terlebih ketika produksi garam berhenti.

 

 

SHARE TO:



Comment :