Kota Denpasar

Konferensi Web in Travel Indonesia 2016 Akan Digelar Kembali di Bali

Posted in 07 Oct 2016 by telusuRI

Web in Travel (WIT) Indonesia Conference kembali hadir untuk keempat kalinya di Indonesia. Konferensi yang berfokus pada industri pariwisata online ini merupakan adaptasi dari WIT Conference di Singapura, event pariwisata online terbesar di Asia Pasifik. Tahun ini WIT akan diselenggarakan di MPF Ballroom, Grand Nikko Bali pada 28 April 2016 mendatang.

Mengusung tema “Reboot,” WIT Indonesia menandai diselenggarakannya acara ini di Bali sekaligus untuk memunculkan pemikiran-pemikiran baru, membuang pemikiran lama. Seperti mengubah “kita selalu melakukannya dengan cara ini” menjadi “mari kita lihat apakah kita bisa melakukannya dengan cara yang baru?”

Tahun ini WIT akan dihadiri pembicara dari berbagai brand terkemuka di dunia. Beberapa diantaranya adalah Rusdi Kirana (founder Lion Air), Oliver Hua (Managing Director, Asia Pacific, Booking.com), Mieke De Schepper (Vice President, Asia Pacific, Expedia), Robin Harries (Head of APAC, Trivago), Rama Mamuaya (Founder, Dailysocial.id), Eric Tjepjep (Founder, Ezytravel & CFO, PT Dwidaya), Gaery Undarsa (Managing Director & Co­founder, Tiket.com), Dennis Adishwara (CEO, Layaria), dan Alamanda Shantika Santosa (Vice President Product, Go­Jek). Mereka berbagi insight tentang tren dan isu terkini di industri pariwisata online, serta peluang yang dimiliki oleh pasar di Indonesia.

Harapannya, WIT mampu menarik para pelaku penting dan berpengaruh dalam Industri pariwisata online, serta distribusi dan pemasaran.

Grace Kusnadi, CEO Revata selaku penyelenggara Web in Travel di Indonesia mengatakan bahwa keindahan alam Indonesia bisa menjadi modal utama untuk menarik wisatawan. Akan tetapi adaptasi teknologi dalam promosi dan penjualan paket pariwisata harus kian menjadi prioritas seiring dengan perkembangan zaman.

“Sektor pariwisata diharapkan menjadi leading sector guna menambah devisa negara. Untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah, yaitu datangnya 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga 2019. Presiden meminta seluruh kementerian/lembaga agar mendukung sektor pariwisata di Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, tentu kita harus mendorong percepatan penggunaan teknologi sebagai salah satu alat untuk mempromosikan serta menjual berbagai paket pariwisata ke Indonesia.”

Mengacu pada paparan Harian Kompas pada Senin (14/3), "Berbagai industri kini tengah didominasi oleh kaum milenial yang sangat familiar dengan teknologi. Begitu juga dengan industri pariwisata, saya pikir para konsumen kini mendapat informasi, memesan bahkan dan melakukan pembayaran melalui gadget mereka. Kita harus melihat potensi bisnis ini dan mengoptimalkannnya untuk mengembangkan Industri pariwisata di Indonesia. Kami sangat bangga membawa kegiatan WIT di Bali pada tahun ini. Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Indonesia untuk mengembangkan pariwisata, khususnya melalui kanal media online," pungkas Grace.

Nggak mau ketinggalan untuk ikut dalam konferensi ini? Silakan daftar di link berikut!

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Fitri Wandasari - Partnership Manager, Revata
E: achi@revata.co.id | M: +62 878­0018­8000

SHARE TO:



Comment :