Kabupaten Wonogiri

Menikmati Laut Biru di Pantai Nampu

Posted in 05 Oct 2016 by Ilana Aninditya

IMAG2102

Berbeda dari pantai-pantai populer Indonesia yang ramai, Pantai Nampu begitu sepi seperti pantai pribadi.

Banyak yang bilang pergi ke pantai harus ke pulau kecil. Indonesia punya ribuan pulau kecil yang menawarkan pantai tropis. Pantai seperti ini dicari oleh para wisatawan lokal maupun internasional. Kebiasaan ini membuat pantai-pantai di lima pulau besar di Indonesia dipandang sebelah mata. Mereka kira pantai-pantai di sekitar kita tidak ada apa-apanya.

Nyatanya, justru banyak pantai bagus yang belum ditelusuri di pulau-pulau besar Indonesia. Mungkin karena orang-orang terlalu bersemangat mendatangi pulau-pulau kecil untuk melihat pantai. Padahal, pantai-pantai indah dapat kita temukan tanpa menyeberangi lautan. Kalau anda tinggal di Pulau Jawa, khususnya yang hidup di Provinsi Jawa Tengah, cobalah mampir ke salah satu pantai mempesona yang terpencil. Pantai Nampu namanya. Pantai milik Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ini memang jauh dari pusat kota. Kota Wonogiri sendiri terbilang sepi dibanding kota-kota di Jawa Tengah lainnya yang lebih ternama. Sebut saja Semarang dan Solo. Lalu, bagaimana caranya kamu bisa mencapai Pantai Nampu?

Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai ke Pantai Nampu dari pusat kota Wonogiri. Tidak sebentar dan tidak mudah memang sebab jalan yang ditempuh pun sempit dan berlubang. Juga berkelok dan curam-landai meski beraspal. Kendaraanmu juga barangkali tidak akan ditemani oleh kendaraan-kendaraan lain. Sangat sedikit kendaraan bermotor yang melintasi jalanan menuju Pantai Nampu.

Selama perjalanan, kamu akan melihat sawah dan menjumpai petani, atau pesepeda dan pejalan kaki. Bukit-bukit karst pun akan kamu jumpai di sini. Tidak banyak yang tahu bahwa Wonogiri memiliki bentang alam karst yang bahkan menarik bagi peneliti dari luar negeri—betapa banyak pesona dalam negeri yang terlewatkan oleh anak bangsa sendiri.

Mari membicarakan Pantai Nampu kembali. Tiket masuk pantai murah sekali. Tidak lebih dari sebotol minuman yang kamu konsumsi setiap hari—cukup Rp 2000. Malah bila datang lebih pagi kamu tidak perlu membayar bea masuk sebab para penjaga pun belum berada dalam posnya.

Perjalanan melelahkan itu juga langsung terbayar ketika sampai ke bibir pantai. Panorama alam yang mempesona menyambutmu. Tebing-tebing tinggi yang hijau berpadu dengan ombak biru. Dekorasi karst itu ditambah oleh awan putih dengan latar belakang langit biru yang cerah. Berbeda dari pantai-pantai populer Indonesia yang ramai, Pantai Nampu begitu sepi seperti pantai pribadi. Ia memang lukisan alam asli Wonogiri.

Tak terasa kaki tergerak untuk menuruni puluhan anak tangga yang membentang sampai pantai. Pasir putih yang tebal sejenak akan mengagetkan kita. Kaki-kaki tiap pengunjung menjadi tenggelam dibuatnya. Terbentang dalam pelupuk mata, ombak biru riuh tiada henti. Laut biru Pantai Nampu seolah ingin menyaingi birunya langit. Selain Indah, kata apa lagi yang cocok untuk menjelaskannya?

Berjalan lebih jauh, karang-karang putih juga ikut menyemarakkan pantai ini. Ada karang-karang yang lebih besar di garis pantai untuk duduk sejenak menikmati ombak, atau melihat ikan-ikan kecil yang berenang di sekitar karang. Kalau beruntung, pengunjung akan bertemu dengan warga sekitar yang menjaring ikan di perairan dekat pantai. Mereka melemparkan jaringnya dengan kekuatan seadanya, kemudian menarik jaring itu perlahan. Tampak ikan-ikan kecil bergerak liar mencoba keluar dari tangkapan. Nasib—mereka tertangkap juga dan dimasukkan ke dalam ember-ember warga.

Tentu bukan hanya itu yang dilakukan para warga. Beberapa warga juga membuka usaha di sana. Hidup mereka bertumpu pada Pantai Nampu dengan menjajakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Mata pencaharian warga sekitar yang sederhana itu bisa membuat kita terpana dan sejenak lupa dengan segala persoalan kota. Sementara, lupakan dahulu semua polusi. Nikmati alam yang seutuhnya di sini dan lepaskan segala penat jiwa.

SHARE TO:



Comment :