Kabupaten Banyuwangi

Menjelajah Taman Nasional Alas Purwo

Posted in 07 Oct 2016 by Erferdik Mustika

_DSC0789-15

Akhirnya terjawab sudah rasa penasaran saya terhadap taman nasional paling timur di Pulau Jawa, Taman Nasional Alas Purwo (TN Alas Purwo). Alas Purwo berarti hutan pertama. Sebagian masyarakat percaya bahwa inilah hutan pertama di Pulau Jawa. Yang paling seru di sini adalah, saat kita akan memasuki gerbang taman nasional, kita benar-benar berada di dalam hutan lebat selama satu jam dari perkampungan terakhir—meskipun menggunakan sepeda motor.

Setelah urusan bayar membayar selesai, saya lanjutkan berjalan menuju objek wisata di dalam taman nasional. Di sini saya sungguh terheran-heran dengan pengelolaan taman nasional ini. Pertama, pos registrasi sangat bagus dan terawat, padahal pengunjung membayar cukup murah. Kedua, penunjuk arah ke objek-objek wisata sangat jelas dan bagus. Kita tidak perlu tanya-tanya ke orang jika mau pergi ke salah satu objek wisata. Ketiga, di semua jalan menuju objek wisata jarang sekali ditemukan sampah. Jalannya memang bukan aspal yang mulus, namun ketiadaan sampah dan keberadaan kanopi alami dari pohon-pohon besar membuat jalan ini sangat indah dan sedap untuk dipandang.

Penunjuk arah yang jelas.

Sadengan yang dilengkapi dengan menara pantau.

Waktu saya mengunjungi TN Alas Purwo, objek wisata pertama yang saya kunjungi adalah Sadengan, yaitu padang rumput luas lokasi berkumpul dan merumput Banteng Jawa. Di sini disediakan fasilitas seperti papan informasi, cottage, dan gardu pandang. Semuanya terpelihara dengan baik, rapi, dan bebas sampah. Yang menarik, pengunjung tidak bisa masuk ke padang rumput yang dibatasi oleh pagar agar fauna di padang penggembalaan tidak merasa terganggu ketika banyak pengunjung mengamati mereka.

Aliran Kali Pancur.

Pancuran.

Objek selanjutnya adalah Pantai Pancur. Letaknya tidak jauh dari Sadengan dan melewati Pantai Trianggulasi. Pantai Pancur adalah pintu gerbang menuju salah satu pantai dambaan para peselancar, yaitu Pantai Plengkung. Pantai ini memiliki panorama alam yang sangat indah. Jika cuaca cerah, dari pinggir pantai kita bisa melihat Gunung Raung menjulang di utara. Di sini disediakan fasilitas komplet bagi wisatawan, seperti cottage, musala, aula, parkiran yang luas, kantin, juga camping ground. Pengunjung Alas Purwo tidak hanya penggemar wisata alam, tetapi juga wisata spiritual. Biasanya mereka bersemadi di gua-gua sekitar Pantai Pancur ini. Pantai Pancur sendiri memiliki arti “pantai yang mempunyai pancuran air.” Air di sini bersumber dari salah satu gua yang sering digunakan untuk kegiatan spiritual, yaitu Gua Istana.

Pantai Pancur setelah matahari terbenam.


Pura Giri Salaka.

TN Alas Purwo banyak memiliki objek wisata spiritual. Selain Pantai Pancur, di dekat gerbang utama taman nasional ini kita juga akan melihat Pura Hindu yang besar. Selain itu ada pula Situs Pura Kawitan yang konon sejarahnya berhubungan dengan asal muasal Alas Purwo. Demikianlah TN Alas Purwo yang dikemas dengan rapi dan, mudah-mudahan, akan selalu lestari.


Artikel ini ditulis oleh Ankarana Renva dan sebelumnya dipublikasikan di sini.

SHARE TO:



Comment :