Kota Palembang

Nikmatnya Pempek Palembang

Posted in 05 Oct 2016 by Novita Eka Syaputri

pempek

Pempek biasa disajikan dengan saus berwana coklat yang disebut cuko dalam bahasa Palembang.

Bagi kamu yang suka kuliner, pempek tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Pempek yang terbuat dari ikan dan sagu ini menjadi ciri khas Sumatera Selatan, terutama Palembang.

Nama pempek sendiri berasal dari sebutan “apek” yang ditujukan bagi para lelaki tua keturunan Tionghoa. Sejarah berkata bahwa pempek mulai eksis di Palembang sejak perantau asal Tionghoa mulai berdatangan semasa Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa atas Kesultanan Palembang Darusasalam, sekitar abad ke-16.

Ada pula cerita rakyat yang berkembang mengenai sejarah pempek ini. Sekitar tahun 1617 ada seorang apek yang tinggal di Perakitan, tepian Sungai Musi. Ia merasa prihatin setiap kali melihat hasil tangkapan ikan dari Sungai Musi yang berlimpah tidak diolah dengan baik. Selama ini hanya diolah sebatas digoreng atau dijadikan pindang.

Ia kemudian mencoba alternatif lain, yaitu mencampur ikan giling dan tepung tapioka. Ia kemudian menjualnya keliling kota dengan bersepeda. Setiap kali mencoba menyetopnya, para pembeli akan berteriak, “Peeek! Apeeek!” Karena penjualnya sering dipanggil begitu, olahan ikan tersebut kemudian dikenal dengan sebutan pempek.

Sekilas, pempek memang terlihat seperti olahan makanan hasil alkulturasi budaya Tionghoa. Dulunya, pempek dibuat dari ikan belida. Sekarang pempek mulai mengalami perkembangan. Bahan bakunya bervariasi dari mulai ikan gabus, tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, sampai ikan sebelah. Bahkan pempek tuna juga ada!

Pempek biasa disajikan dengan saus berwana coklat yang disebut cuko dalam bahasa Palembang. Cuko terbuat dari air yang direbus bersama ebi, bawang putih, garam, gula merah, serta cabai rawit tumbuk. Rasanya yang pedas membuat siapa saja tergoda untuk menyantapnya.

Jadi, kapan terakhir kali makan pempek?

SHARE TO:



Comment :