Kota Semarang

Noeri's Cafe: Melestarikan Kota Lama dengan Nongkrong

Posted in 05 Oct 2016 by Mauren Fitri

??????????????????????????????? Salah satu sisi dinding Noeri’s Cafe penuh oleh radio-radio tua berukuran sebesar televisi tabung, begitu banyak sampai-sampai menutupi tembok.

Sengaja dibangun di kawasan Kota Lama Semarang untuk mengangkat nuansa lama, kafe ini mengajak pengunjungnya untuk kembali merasakan suasana zaman dahulu. Terletak di belakang Gereja Blenduk yang tersohor dengan banjir tahunannya, jika musim hujan tiba dan banjir menerjang kafe ini bisa tutup selama satu sampai dua minggu.

Noeri’s Cafe dibangun atas kesadaran untuk melestarikan Kota Lama Semarang yang kilaunya kian memudar terseret arus zaman. Dengan mempertahankan bangunan asli yang dahulunya gudang, Noeri’s ditata kembali menjadi ruang publik dengan arsitektur dan dekorasi menarik khas tempo doeloe. Oleh pemiliknya, kafe ini memang dirancang untuk menjadi tujuan wisata kuliner sekaligus galeri kesenian.

Vintage alias jadul. Begitulah kesan pertama yang muncul dalam kepala saya ketika pertama kali memasuki kafe ini. Disambut dengan musik yang diputar oleh gramofon, kafe ini lebih pas dikatakan sebagai galeri seni atau museum ketimbang tempat jajan. Salah satu sisi dindingnya penuh oleh radio-radio tua berukuran sebesar televisi tabung, begitu banyak sampai-sampai menutupi tembok.

Kursi-kursi kayu khas gaya Jawa lama juga ikut menyemarakkan ruangan. Hampir semua properti interior kafe ini adalah barang-barang yang sudah usang, antik, dan kuno. Tapi justru inilah yang menarik dari Noeri’s Cafe.

Dari ujung lantai dua, kita bisa menyaksikan deretan sepeda onthel berbentuk vespa yang dulu dimiliki oleh anak-anak keturunan Belanda. Biola tua berdiri gagah di sudut ruangan, berhadap-hadapan dengan lukisan Gereja Blenduk yang tak kalah lawas. Buku-buku dan majalah sejarah mempercantik interior cafe ini. Ada pula keramik-keramik tua yang selain dipajang juga dijual.

Pemilik kafe ini adalah seorang kolektor barang antik yang menjadikan kafe ini sebagai ruang pajang koleksinya. Deret, pengurus Noeri’s, mengungkapkan bahwa sang pemilik memang sengaja membuka kafe di Jl. Nuri No. 6, Semarang, areal Kota Lama karena ia ingin mempertahankan peninggalan-peninggalan sejarah di Kota Lama.

Tak jarang kegiatan komunitas yang mengusung kampanye "save our heritage" digelar di kafe ini. Seperti LOPEN, komunitas yang peduli warisan budaya Indonesia di Semarang. Nuansa lama tidak hanya dihadirkan oleh interiornya. Menu makanan yang ada di sini pun khas zaman baheula. Untuk sekadar ngopi cantik atau bersantai menghabiskan malam bersama teman, tempat ini sangatlah nyaman. Jadi kalau kamu kebetulan sedang berada di Semarang, terlebih di sekitar Kota Lama, jangan lupa untuk mampir di Noeri’s Cafe.

 

NOERI'S CAFE SEMARANG

 

Jl. Nuri No. 6, Komplek Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Senin-Jumat, 11 siang – 11 malam, Sabtu 11 siang – 12 malam

SHARE TO:



Comment :