Kabupaten Timor Tengah Selatan

Rusa Timor Kala Senja di Bukit Bu'at

Posted in 07 Oct 2016 by Dhave Dhanang

Suara siulan dari sang pawang memanggil rusa-rusa lapar untuk datang (dok.pri).

Usai menikmati rusa-rusa liar saatnya menikmati alam liar Bukit Bu’at. Matahari terbenam, itu yang kami cari. Dari bukit saya bisa melihat sisi barat kabupaten Timor Tengah Selatan. Cahaya kuning dari sisi barat menandakan sebentar lagi sang surya segera tenggelam. Perlahan-lahan bulatan kuning itu bergerak menuju kaki langit dengan gerakan yang romantis. Sepertinya cepat sekali berlalu keindahan senja ini, yang pasti besok akan ada lagi. Hutan Bu’at dan rusa timor menutup perjalanan hari ini, walau tidak bertemu dengan buaya penjaga kolam.

“Rusa-rusa di sini memang sengaja ditangkarkan. Jika jumlahnya sudah mencukupi akan dilepasliarkan di hutan. Lokasi di sini hanya sebagai percontohan saja, sebab ingin mengembang biakkan secara eksitu,” kata penjaganya. Sungguh eksotis binatang asli tempat ini, walaupun di tempat lain—seperti Jawa dan Flores—rusa ini juga ditemukan. Bahkan, saat ini rusa timor dijadikan maskot Nusa Tenggara Barat.

13775856971996450477

Perjalanan ditutup dengan sunset dari bukit di Hutan Bu'at.

Dari jarak 15m kami disuruh menunggu di bawah lopo. Sang pawang memancing kedatangan rusa dengan siualan-siulan mirip teriakan rusa. Daun-daun segar sudah disediakan dan rusa pun berdatangan. Namanya saja hewan liar, begitu melihat daun segar langsung berebut bahkan ada yang adu tanduk untuk memperebutkan makanan.

1377585654854905071

Rusa-rusa penghuni penangkaran ini sifat liarnya dipertahankan agar siap untuk pelepasliaran. (dok.pri)

Ada beberapa bangunan permanen, seperti villa, arena bermain, hingga kebun bibit. Mata saya tiba-tiba terkurung begitu melihat Sepasang kera ekor panjang yang induknya sedang menggendong anaknya. Beberapa gujawas atau jambu biji terselip di antara jaring-jaring yang mengurung dia. Katanya di kandang sebelah ada ayam hutan, namun sepertinya hanya rumput liar jenis Agerantum sp.

Kembali saya memasuki hutan mahoni yang ditanam mirip tentara berbaris. Cahaya matahari yang menembus sela-sela pohon ini mengantarkan saya pada sebuah pelataran yang dulu konon dijadikan tempat perjanjian. Dulu ada pelataran yang dipasangi kerangka kepala dan tanduk kerbau sebagai simbol perjanjian suku-suku yang ada di sana untuk menjaga hutan. Kondisinya kini tinggal cerita. Tanduk entah hilang kemana, sedangkan pagar-pagar besi tinggal bekas luka gergaji.

Akhirnya ada tawaran dari teman untuk melihat penangkaran Rusa Timor. Ajakan tak saya sia-siakan, dan langsung menuju penjaga kawasan penangkaran. Setelah meminta ijin akhirnya kami diperbolehkan menjenguk rusa endemik Indonesia ini. Rusa yang ditangkarkan di Badan Litbang Kehutanan Kupang sangat liar bahkan bisa menyerang manusia. Tanduknya yang runcing bisa saja menjadi petaka bagi siapa saja yang mengusiknya.

13775855972019470030

Dari lopo inilah kami menunggu rusa-rusa itu datang. (dok.pri)

Pohon-pohon ampupu atau kayu putih menghiasi kanan kiri jalan. Beberapa petak hutan ditumbuhi pinus yang menjulang tinggi. Jalan semakin masuk. Rimbunnya mahoni membentengi kedua sisi jalan. Suasanya yang tadinya terang benderang kini semakin redup oleh lebatnya kanopi hutan. Matahari seolah tak mampu mengirimkan pancaran sinarnya, namun masih saja ada sela untuk menerobosnya.

Taman Rekreasi Bu’at, begitu nama yang disematkan untuk tempat wisata ini. Dengan tiket tanda masuk sebesar Rp 3.000,00 bisa sepuasnya menikmati kesejukan di tempat ini. Saya bisa mengatakan, ini tak beda dengan Kebun Raya Bogor namun kurang mendapat perhatian serius. Pohon-pohon dengan lingkar batang yang cukup besar berdiri di sela-sela hutannya yang menambah kesan eksotis dari tempat ini.

1377585540733919996

Salah satu sudut di dekat Taman Rekreasi Bu'at.

Lengkingan siul lelaki asal Pulau Rote yang saya lupa namanya mengisi sela-sela hutan. Saya diminta tetap tenang dan tetap pada posisi di bawah lopo. Tak selang berapa lama dari semak Cromolaena odorata muncul tanduk-tanduk yang semakin mendekati arah siulan tadi. Berduyun-duyun ada 17 ekor rusa timor (Cervus timorensis) mendakati penjaga hutan yang sudah memanggul daun-daun lamtoro. Seketika itu pula rana dari kamera terus menerus membuka dan menutup untuk mengabadikan momen indah ini.

Kabupaten Timor Tengah Selatan di Pulau Timor masih saja memanjakan saya dengan kekayaan alamnya. Orang menyebut sebagai taman rekreasi, tetapi saya memilih sebagai hutan rekreasi. Kali ini saya berdiri di samping kolam yang katanya ada buayanya. Kolam inilah yang mengawali saya untuk melihat seluk beluk hutan yang dijadikan taman rekreasi oleh pemerintah setempat.

13775854891686778806

Mengawali langkah dari kolam buaya. (dok.pri)

SHARE TO:



Comment :