Kota Yogyakarta

Sejuknya Berwisata di Bantul, Yogyakarta

Posted in 05 Oct 2016 by telusuRI

mangunan

Dari gardu pandang terlihat aliran Sungai Oya mengular di antara gagahnya bukit karst dengan latar langit yang luas bak Sungai Amazon di Amerika Selatan.

Berakhir pekan tak harus pergi ke tempat yang jauh. Untuk kamu yang tinggal di Jogja, Bantul punya segudang atraksi wisata untuk dikunjungi, dengan panorama yang cantik dan udara segar yang ditiup oleh angin semilir.

Sungai Oya salah satunya. Bisa dinikmati dari atas bukit gardu pandang Kebun Buah Magunan. Dilanjutkan menikmati segarnya udara di Hutan Pinus Dlingo. Dan terakhir menikmati kecantikan jembatan gantung di Desa Wunut. Ketiganya berada di Bantul dan letaknya berdekatan.

Kebun Buah Mangunan berada di Mangunan, Dlingo. Sekitar 20 kilometer jauhnya di sebelah timur dari Kota Jogja. Searah dengan Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, di pertigaan terakhir sebelum jalan menuju makam belok kanan mendaki bukit. Kemudian mengikuti papan penunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan.

Sungai Oya berada pada ketinggian sekitar 20 mdpl. Posisi yang tepat untuk menikmati pemandangan tanpa halangan. Dari gardu pandang terlihat aliran Sungai Oya mengular di antara gagahnya bukit karst dengan latar langit yang luas bak Sungai Amazon di Amerika Selatan. Pemandangan yang cantik. Angin berhembus ringan membuat saya betah berlama-lama di sini.

Ketika saya mengamati sungai, terlihat jembatan gantung melintang di atas sungai. Jembatan itu terlihat kecil dari tempat saya berdiri. Lewat lensa tele, saya mengamati jembatan tersebut. Jembatan bercat kuning dengan batu besar berserak di atas sungai—sepertinya menarik untuk dikunjungi.

Dari Kebun Buah Mangunan, saatnya meluncur ke Hutan Pinus Dlingo. Hutan ini berada tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Setelah memarkir motor, saya mencari sudut nyaman untuk duduk-duduk santai. Terasa udara bersih masuk rongga dadasegar. Angin bertiup sedikit kencang menggesekkan dahan pinus dan menimbulkan suara berisik. Tempat ini pas untuk membuang kebosanan dari rutinitas sehari-hari.

Jika sudah bosan, kamu bisa pergi ke jembatan gantung di Desa Wunut, Imogiri. Jembatan gantung bercat kuning terlihat kontras dengan alam di sekitar yang berwarna hijau. Jembatan yang panjangnya sekitar lima puluh meter ini menghubungkan Desa Wunut dan Selopamioro.

Bukit karst di sekitar jembatan merupakan latar yang mempercantik pemandangan. Kondisi sungai yang setengah mengering sehingga batu besar yang berada di tengah sungai terlihat memudahkan saya mendekat untuk menikmati kecantikan jembatan dari bawah.

Saya pun tidak sabar untuk melintas di jembatan. Terdengar suara gaduh akibat beradunya ban sepeda motor dengan lantai jembatan. Dan—ini yang saya suka—jembatan ini bergoyang ketika ada yang melintas. Beberapa wisatawan datang. Mereka memotret, menyusuri bagian bawah jembatan, dan menyeberangi sungai untuk mendapatkan sudut yang cantik.

SHARE TO:



Comment :