Kota Surabaya

Sekolah telusuRI Surabaya #3: Di Balik Catatan Perjalanan bersama Ayos Purwoaji

Posted in 07 Oct 2016 by Mauren Fitri

IMG_8224

Selasa malam lalu, memulai “Sekolah telusuRI #3: Di Balik Catatan Perjalanan” yang diadakan di Forward Factory, Ayos Purwoaji selaku mentor bercerita pengalaman tentang riset yang ia lakukan bersama Hifatlobrain Travel Insitute terhadap buku-buku perjalanan yang diterbitkan selama 100 tahun.

Menurut Ayos, seorang penulis harus tahu mana apa yang harus ditulis dan tidak karena akan banyak orang yang akan membaca tulisan kita. Memikirkan efek yang muncul dari sebuah tulisan itu sangat penting. Bukan tidak mungkin apa yang kita tulis akan menjadi sebuah bumerang yang justru akan membahayakan pariwisata Indonesia.

Sebagai contoh lihatlah Ranu Kumbolo yang saat ini penuh sampah—atau Pulau Sempu. Pasti kamu sudah pernah membaca artikel tentang kerusakan yang dialami kedua lokasi ini? Yang lagi nge-hits adalah Pasar Santa, yang digadang menjadi tempat berkumpulnya para hipster dan berakibat mulai tersingkirnya pedagang kelas menengah ke bawah yang mengalami kesulitan membayar sewa kios karena kenaikan harga sewa.

Sebagai penulis perjalanan, tentunya kita harus lebih peka untuk menggali lebih dalam tulisan yang akan diterbitkan. Riset yang baik dan verifikasi lapangan penting untuk dilakukan, selain tentunya efek yang sekiranya akan muncul dari terbitnya tulisan kita. Pembaca selalu punya persepsi tersendiri dari informasi yang didapatkan. Jangan sampai—seperti yang sudah disebutkan tadi—catatan perjalanan yang kita buat malah jadi bumerang bagi dunia pariwisata Indonesia.

IMG_8236

TIdak semua travel blogger itu cerdas, kata Ayos mengomentari kemunculan para blogger yang memfokuskan dirinya pada konten perjalanan. Untuk apa menulis catatan perjalanan kalau hanya untuk pamer, mengejar eksistensi, menjadi seleb-blogger, atau hanya sekedar bisa jalan-jalan gratis?

Sekolah telusuRI bersama Ayos Purwoaji kemarin benar-benar membuka hati dan pikiran, bahwa kita harus bisa menjadi pencerita cerdas yang bisa menyampaikan kenyataan, tak hanya memamerkan eksotisme semu yang hanya akan menghasilkan kesenangan sesaat. Selain itu kita juga harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas catatan perjalanan sehingga menjadi konten yang lebih baik dan berdampak positif. Maka, mari mulai belajar meningkatkan kualitas konten catatan perjalanan.

Sampai jumpa di Sekolah telusuRI selanjutnya!

IMG_8246

 

 

SHARE TO:



Comment :