Kota Semarang

Sendratari Babad Alas Mertani

Posted in 29 Jan 2017 by Dhave Dhanang

IMG_0210

Tunas jagung pun menjadi semakin besar dan mulai memunculkan bunga.

Adu kadigdayan tak terelakkan saat para raksasa ini mengepung sang ksatria. Segala jurus dikeluarkan, segala macam senjata dikenakan, namun sang ksatria tak gentar. Akhirnya para raksasa itu pun tumbang satu persatu dan ksatria memenangkan pertarungan. Itulah sepotong cerita dari sebuah pertunjukan sendratari yang mengisahkan Babad Alas Mertani.

Sepasang penari laki-laki dan perempuan muncul dari balik layar. Seorang ksatria agung menari dengan gagahnya, sedangkan pasangannya menari dengan penuh keanggunan. Inilah kisah mereka memulai pekerjaan untuk membuka lahan pertanian. Tak berapa lama akhirnya banyak pengikut mereka yang ikut bercocok tanam dan menggarap lahan baru. Sebuah harapan baru muncul saat benih-benih yang ditanam tumbuh dengan suburnya.

Tunas jagung pun menjadi semakin besar dan mulai memunculkan bunga. Mereka sibuk mempersiapkan orang-orangan untuk menghalau para perusak tanaman jagung. Meskipun orang-orangan ini ditempatkan di sawah untuk menakuti-nakuti, apa daya justru boneka ini yang malah ketakutan sendiri.

IMG_0229

Saatnya panen tiba. Semua bersuka cita. Dewi Kesuburan terbang ke sana kemari untuk ikut serta dalam pesta ini.

Sosok-sosok raksasa jahat mulai menghantui dan merusak lahan jagung mereka. Satu per satu pohon jagung dirusak para raksasa, seperti sengaja ingin merusak mimpi sang ksatria dan pengikutnya. Segala cara dicoba untuk mengusir para raksasa jahat yang tak kunjung mengakhiri keusilannya. Akhirnya sang ksatria turun tangan sendiri.

Pertarungan hebat pun dimulai. Raksasa dengan tingkah laku yang licik mulai menggoda, mencoba untuk bernegosiasi. Namun sang ksatria bergeming. Akhirnya tak ada pilihan lain selain membasmi para perusuh ini. Melalui pertarungan yang sengit sang ksatria mampu mengalahkan raksasa dan mengembalikan mimpi-mimpi para petani.

Saatnya panen tiba. Semua bersuka cita. Dewi Kesuburan terbang ke sana kemari untuk ikut serta dalam pesta ini. Semua tumpah ruah merayakan kemenangan dari sengkala jahat. Kini Alas Mertani sudah gemah ripah loh jinawi. Tak ada lagi raksasa yang akan mengusik mereka.

Namun seringkali musuh terlahir kembali menyaru sifat-sifat manusiawi. Tamak, serakah, dan egois mulai menghantui dan kini menjadi tantangan baru buat para ksatria untuk menghadapi. Maka berakhirlah cerita yang luar biasa ini.

SHARE TO:



Comment :