Kabupaten Jepara

Sinar Karimunjawa yang Tak Lagi Samar

Posted in 07 Oct 2016 by Dhave Dhanang

DCIM122GOPRO

Foto half-and-half laut dan langit.

“Kamu mau masuk penjara? Sana kembalikan ke laut!” kata Jamal kepada teman saya saat yang belakangan kedapatan mengambil seekor gastropoda dan hendak membawanya pulang.

Begitu mendengar kata “penjara,” seketika itu juga teman saya melemparkan hewan bercangkang itu ke laut. Beberapa hewan laut di Karimunjawa telah dilindungi oleh undang-undang. Jika sampai dilanggar, penjara siap menunggu. Penjara adalah sebuah kata ajaib yang membuat orang Karimunjawa takut. Memanfaatkan kata tersebut, usaha konservasi yang dilakukan oleh Taman Nasional Karimunjawa barangkali bisa berjalan secara maksimal.

Terlepas dari ancaman masuk penjara, saya begitu kagum pada ketaatan masyarakat lokal terhadap aturan yang berlaku di sana. Para nelayan sudah hafal ikan dan biota laut apa yang yang tak boleh ditangkap. Jika secara tidak sengaja tertangkap maka makhluk-makhluk yang dilindungi tersebut akan segera dikembalikan di laut—daripada berurusan dengan hukum. Selain itu nelayan Karimunjawa juga sudah paham soal zonasi perairan Karimunjawa. Mereka sudah tahu mana zona penangkapan dan mana zona perlindungan. Di zona inti mereka hanya akan melihat dari kejauhan dan tidak akan mendekat.

1432793254965127068

Di Karimunjawa kamu akan mudah menemukan ikan badut dan anemonnya.

Tiba-tiba saya teringat kenangan sekitar tahun 2007. Saat itu, ketika sedang makan bersama seorang petugas taman nasional di salah satu rumah makan di Karimunjawa, saya kaget sebab ia tiba-tiba berdiri lalu memborong semua telur rebus yang dihidangkan di sana lalu membayarnya. “Hari ini saya beli semua. Jika besok masih menjual telur-telur ini maka saya bayar pakai borgol dan ikut saya ke penjara,” kata sang petugas.

Si penjual hanya diam tertunduk. Ia baru mengerti jika telur-telur penyu itu tidak boleh diambil, apalagi diperjualbelikan. Kemudian telur-telur tersebut dibakar di depan rumah makan. Semua orang mendapat banyak pelajaran dari kejadian ini. Sebuah terapi kejut yang mendidik sebab setelah itu konon tak ada lagi yang berani mengambil telur-telur penyu.

14327933571773582859

Di Pulau Cemara Kecil disediakan lokasi untuk snorkeling dengan kedalaman antara 3-5 meter sehingga aman bagi pengunjung yang ingin berenang dengan ikan-ikan karang.

Saat ini yang bisa menghentikan para pengunjung Karimunjawa adalah hanyalah kapal yang tidak berangkat. Walaupun cuaca kurang bersahabat asalkan kapal masih diizinkan berlayar, para pelancong akan berbondong-bondong mengunjungi pulau yang namanya berasal dari kata krimun-krimun seko njowo (samar-samar dari Jawa) itu.

Efek domino muncul manakala terjadi kontak yang keliru antara pengunjung dan sumber daya alam. Asal berani turun ke laut dan tidak takut basah, semua orang bisa melihat keindahan laut Karimunjawa. Dengan menyewa pelampung dan peralatan snorkeling, semua bisa langsunug turun ke laut. Namun terkadang ada saja tindakan yang berpotensi merusak. Kaki katak yang dipakai kadangkala tak sengaja menghantam terumbu karang. Awalnya hanya satu atau dua orang saja yang menyenggol. Seiring berlalunya waktu dan membludaknya pengunjung, kerusakan akan semakin masif.

14327934421718012149

Asal berani turun ke laut dan tidak takut basah, semua orang bisa melihat keindahan laut Karimunjawa.

Ancaman kerusakan sekunder, yakni yang disebabkan oleh pengunjung, beberapa di antaranya sudah diantisipasi. Salah satu caranya adalah dengan menentukan titik-titik kunjungan para pelancong. Di Pulau Cemara Kecil disediakan lokasi untuk snorkeling dengan kedalaman antara 3-5 meter sehingga aman bagi pengunjung yang ingin berenang dengan ikan-ikan karang. Para wisatawan minat khusus seperti peselam tentu saja sudah paham di mana dia akan turun untuk menyelam berikut aturan mainnya.

Sudah tiga hari rombongan kami mengaduk-aduk sebagian kecil perairan Karimunjawa. Banyak hal yang kami pelajari dari alam yang indah. Saya belajar tentang ketaatan dari penduduknya yang sadar hukum dan konservasi laut. Saya juga belajar banyak dari operator wisata yang mengerti bagaimana membawa tamu agar lingkungan tidak ikut terancam. Banyak juga yang saya pelajari dari “kebun bintang” dan hutan bawah air Karimunjawa yang sangat banyak koleksinya.

1432793570739292329

Pengalaman melihat matahari terbenam di Karimunjawa akan berbeda-beda setiap harinya.

1432793514863420738

Malam pun datang dan gugusan bimasakti tampak indah dengan gemintang yang malang melintang.

Di pulau yang strategis karena terletak antara Jawa dan Kalimantan ini, setiap pagi kamu bisa menikmati indahnya matahari terbit. Begitu terik siang mulai condong, menjelang senja sang surya di ufuk barat akan menyemburat memesona. Malam pun datang dan gugusan bimasakti tampak indah dengan gemintang yang malang melintang. Karimunjawa kini adalah gugusan pulau yang tak lagi samar-samar, namun telah bersinar.

 

SHARE TO:



Comment :