Kabupaten Wakatobi

Suaka Gipsi Laut di Kaledupa

Posted in 06 Oct 2016 by Wiranurmansyah

bajo-perahu

Suku Bajo adalah orang laut sejati. Sejak lahir mereka sudah hidup bersama laut.

Mereka menyebut dirinya orang laut. Lahir dan hidup semua bergantung dari lautan. Mereka tak punya wilayah teritorial seperti suku lainnya. Seluruh pesisir Wakatobi—bahkan nusantara—adalah rumah mereka. Mereka benar-benar “bangsa laut.”

Kami naik sampan kecil bermesin robin untuk menyeberang ke salah satu perkampungan Bajo di Pulau Kaledupa. Laut begitu tenang, langit membiru, dan di kejauhan terlihat rumah-rumah panggung yang disangga oleh kayu yang ditancapkan ke dasar laut. Inilah salah satu permukiman masyarakat Bajo. Mereka tak lagi menjadi pengembara laut (sea nomad) seperti dahulu. Sekarang mereka sudah menetap di perkampungan yang tersebar di area Wakatobi.

Di Kaledupa mereka membangun kampung sendiri di tengah laut. Mereka mendirikan fondasi dari batu karang lalu membuat rumah panggung di atasnya. Beberapa bahkan langsung mendirikan rumah tanpa fondasi—langsung ditancapkan ke dasar laut.

bajo-wakatobi

Di Kaledupa mereka membangun kampung sendiri di tengah laut.

Suku Bajo adalah orang laut sejati. Sejak lahir mereka sudah hidup bersama laut. Sebagai penyelam tradisional ulung, memanah ikan adalah keahlian mereka. Mereka berburu ikan dengan menyelam tanpa bantuan oksigen. Di dasar laut, mereka berjalan memegang tombak seolah-olah sedang berburu di darat.

Bangsa Indonesia pada zaman dahulu adalah bangsa maritim yang berjaya di lautan. Siapa tak kenal dengan kemampuan maritim suku Bugis mengarungi lautan dengan pinisi-nya? Siapa tak kenal armada laut Kerajaan Sriwijaya yang melegenda? Konon armada Sriwijaya tersebut berisi orang-orang dari suku Bajo, sang pengelana laut sejati.

SHARE TO:



Comment :