Kabupaten Wonosobo

Sikunir, Sunrise, dan Teletubbies

Posted in 06 Oct 2016 by Novita Eka Syaputri

DSC_0778

Sebelum perjalanan dimulai, salah seorang teman saya berkata bahwa perjalanan kali ini akan berbeda dari perjalanan-perjalanan yang pernah kami lakukan sebelumnya.

Selama dua hari pada Ramadan 2013 saya mencoba rasanya berpuasa di desa tertinggi di Tanah Jawa, yaitu Desa Sembungan yang berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini berada di ketinggian 2.306 mdpl, lebih tinggi dari Desa Ranupani (Ranu Pane) di kaki Gunung Semeru.

Bersama empat orang teman, saya berangkat menuju Desa Sembungan dengan tujuan melihat matahari terbit di Puncak Sikunir. Dari sana, matahari terbit diperindah oleh siluet Gunung Sindoro. Atraksi ini sudah cukup banyak diketahui orang, terutama para pemburu sunrise. Dengan menggunakan kendaraan umum, kami pun tiba di kawasan Dieng.

Sebelum perjalanan dimulai, salah seorang teman saya berkata bahwa perjalanan kali ini akan berbeda dari perjalanan-perjalanan yang pernah kami lakukan sebelumnya. "Kali ini kita akan berusaha mengenal lebih dekat penduduk lokal yang kita temui. Berinteraksi sebanyak mungkin dengan mereka. Resapi tiap kearifan lokal dan keramahan yang disuguhkan," racaunya. Kami pun mengangguk setuju.

DSC_0461

Kompleks Arjuna sendiri terdiri dari beberapa candi yang berkelompok—Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Perhentian pertama adalah Kompleks Percandian Arjuna. Saat pertama menginjakkan kaki di pelataran, saya terkesiap melihat dua sosok Teletubbies kuning dan merah—Lala dan Po. Saya bersama seorang teman tak henti-hentinya tertawa melihat pemandangan yang kami lihat. (Teletubbies di Kompleks Percandian Arjuna!). Karena pemandangan itu sungguh kontras dan tak biasa, kami tak ragu-ragu untuk berfoto bersama kedua Teletubbies tersebut.

Selepas berfoto, saya memberanikan diri untuk berkenalan dengan Teletubbies tersebut, yang ternyata bersuara bapak-bapak. Keduanya mengaku penduduk lokal yang sehari-hari menjadi petani. Sampingannya adalah menghibur pengunjung Kompleks Percandian Arjuna dengan berkostum Teletubbies. Mereka bercerita bahwa ada dua orang lagi rekan mereka yang hari ini tak datang. Jika semua datang, genap sudah tim Teletubbies itu. Menurut penuturan rekannya itu, Tinky-Winky dan Dipsy sedang sibuk bertani di ladang, sementara menurut perkiraan mereka di waktu ini tidak akan begitu banyak pengunjung yang datang karena sedang bulan puasa.

Kompleks Arjuna sendiri terdiri dari beberapa candi yang berkelompok—Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Seperti umumnya candi-candi di Dieng, penamaan candi diambil dari tokoh wayang yang bersumber dari cerita Baratayuda. Candi-candi berwarna gelap ini sangat kontras dengan langit Dieng yang saat itu begitu biru.

DSC_0702

Kami yang masih menunggu kabut untuk pergi akhirnya diberi hadiah hiburan ketika Gunung Sindoro yang menjulang di seberang perlahan menampakkan diri.

Selepas berkunjung ke Kompleks Percandian Arjuna, kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sikunir untuk menginap satu malam. Tepat di kaki Sikunir, kami melepas lelah di tepi Telaga Cebong yang dikelilingi pohon rindang dan rerumputan. Telaga ini dikepung oleh ladang kentang yang menghampar berbukit-bukit luasnya. Ketika sedang berkeliling melihat ladang kentang, kami kembali bertemu dengan penduduk lokal. Ia lah yang kemudian menunjukkan jalan menuju Sikunir sekaligus membantu mencari kayu bakar untuk memasak.

Kami sengaja langsung memasang tenda di Puncak Sikunir agar dapat langsung menyaksikan matahari terbit tanpa harus bersusah payah menaiki bukit pada pagi buta. Benar saja. Selepas salat subuh, titik tempat melihat sunrise Sikunir di ketinggian 2.463 mdpl itu telah ramai oleh pengunjung.

Sayang pagi itu berkabut sehingga sang golden sunrise muncul dalam pelukan awan putih. Tuhan bersama orang yang bersabar. Kami yang masih menunggu kabut untuk pergi akhirnya diberi hadiah hiburan ketika Gunung Sindoro yang menjulang di seberang perlahan menampakkan diri, walaupun matahari sudah cukup tinggi. Tidak mengapa. Ramahnya penduduk Desa Sembungan dan cantiknya Sikunir sudah cukup bagi kami, seolah menjadi reward bagi usaha kami untuk berpuasa di tanah tertinggi di Pulau Jawa.

DSC_0787

Telaga Cebong dikepung oleh ladang kentang yang menghampar berbukit-bukit luasnya.

SHARE TO:



Comment :