Kabupaten Semarang

Cerita dari Kampung Seni Lerep

Posted in 05 Oct 2016 by Mauren Fitri

IMG_6363

Di Kampung Seni Lerep pengunjung bisa belajar membatik, membuat keramik, membuat mebel, sungging wayang, dan tosan aji langsung dari pengrajin yang didatangkan dari berbagai kota.

Siapa bilang Ungaran, kota kecil yang terletak di sebelah selatan Kota Semarang, tak punya destinasi wisata menarik. Kalau mau menelusuri, kita bisa menemukan beberapa objek menarik yang khas dari kota yang terkenal dengan tahu bakso ini.

Di Ungaran ada sebuah tempat bernama Kampung Seni Lerep. Letaknya sekitar dua puluh kilometer dari Kota Semarang dan berdiri di atas tanah seluas satu hektare di kaki Gunung Ungaran. Cukup jauh dari pusat kota memang, tapi jalan menuju ke sini tidak terlalu ribet. Hanya sepuluh menit dari Alun-Alun Besar Kota Ungaran.

Handoko adalah pencetus gagasan pembangunan Kampung Seni Lerep ini. Pencinta seni asal Semarang ini merealisasikan mimpinya di tahun 2006 untuk membangun sebuah tempat yang pengunjungnya tidak cuma mendapatkan pengetahuan tentang kesenian, tapi juga mendapatkan ilmu bagaimana menghargai dan memaknai karya seni. Kampung ini memang didesain sebagai perkampungan buatan yang di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk kebudayaan Indonesia. Dibangun dengan arsitektur unik dan memiliki nilai seni tinggi khas Indonesia, dan dikelilingi pepohonan, Kampung Seni Lerep mencerminkan Indonesia yang kaya akan hutan hujan tropis.

Tempat ini dinamakan kampung seni karena memang dari awal dirancang sebagai tempat untuk mengadakan acara-acara kesenian seperti pameran lukisan, pementasan srendratari, dan sebagainya. Sedangkan “lerep” sendiri adalah nama desa di mana kampung seni ini dibangun. Dari sanalah Kampung Seni Lerep menjadi identitas sebuah komunitas pemelihara budaya.

Meskipun dinamakan kampung, tempat ini sebenarnya cukup sepi. Tempat ini hanya akan ramai ketika sedang ada kunjungan dari rombongan darmawisata. Datang saja langsung dan coba sendiri. Pasti nanti kamu akan betah berlama-lama di sana dibuai suasana nyaman. Selain itu juga banyak sekali fasilitas yang bisa dinikmati, dari mulai bangunan utama berupa rumah joglo berarsitektur Jawa yang kental yang bisa dijadikan lokasi pameran lukisan, batik, dan keramik—Joglo Indrakila, Joglo Onrowina, dan Omah Linimasa—hingga jembatan kayu klasik sepanjang 45 meter yang menghubungkan dua buah bukit.

Sebenarnya Kampung Seni Lerep tidak cuma dipakai sebagai tempat untuk mengenalkan budaya, tapi juga sebagai sarana untuk menuangkan inspirasi. Di Kampung Seni Lerep pengunjung bisa belajar membatik, membuat keramik, membuat mebel, sungging wayang, dan tosan aji langsung dari pengrajin yang didatangkan dari berbagai kota seperti Pekalongan dan Lasem untuk batik, Sukoharjo untuk wayang, juga Kasongan dan Bayat, Klaten, untuk keramik.

Di Kampung Seni Lerep memang belum ada pertunjukan rutin setiap bulan. Namun, jika beruntung kamu bisa menyaksikan berbagai macam pagelaran seni baik modern maupun tradisional yang berlangsung di teater terbuka di sana. Tak jarang pula gadis-gadis kecil berlarian ke sana kemari sambil belajar berlatih tari tradisional di teater seluas 150 meter persegi tersebut. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana?

SHARE TO:



Comment :