Petualangan Menjajal Kuliner Indonesia yang Menggugah Selera

Posted in 05 Mar 2017 by Rach Alida Bahaweres

Salah satu kesukaan saya adalah travelling. Travelling membuat saya semakin bersyukur dan bangga terlahir dan besar di Indonesia. Saya berkeliling karena urusan pekerjaan, organisasi, mengajar, keluarga atau sekadar jalan-jalan saja. Saya bersyukur, mayoritas daerah pernah saya kunjungi, kecuali Kalimantan. Satu hal yang tak pernah saya lupa saat berkeliling adalah menyicipi aneka kuliner daerah yang saya kunjungi. Setiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang berbeda-beda, unik dan rasanya tentu lezat.

Posisi yang sangat strategis membuat Indonesia kaya akan hasil alam terutama bahan makanan. Secara agrikultural, kondisi Indonesia yang subur sehingga kaya akan flora dan fauna membuatnya menjadi incaran. Hasil laut juga menjadi komoditas unggulan. Tak heran jika produk budaya berupa kuliner yang kemudian tercipta juga beragam, yang kemudian menjadi bagian dari gaya hidup.

Kehadiran para pedagang Tiongkok maupun India hingga masuknya Islam ke Tanah Air kemudian membawa bahan makanan baru. India, misalnya, membawa bahan makan seperti bawang, ketumbar, dan jintan yang kemudian mendukung berkembangnya kari di Sumatera. Sementara orang-orang Tionghoa mempengaruhi cara pengolahan makanan seperti menggoreng cepat menggunakan wajan.

Setiap akan berkunjung ke daerah saya selalu mencari informasi kuliner yang terkenal di daerah itu. Pencarian informasi kuliner saya lakukan melalui internet, seperti saat saya membuka website telusuRI yang menampilkan banyak tulisan tentang keindahan Indonesia. Ingin tahu petualangan kuliner saya?

Pancake Durian Medan

Di Pulau Sumatera, saya sudah merasakan kuliner Lampung, Aceh, Palembang, dan Medan. Satu kuliner yang paling berkesan bagi saya adalah pancake durian Medan. Saya adalah penggila durian. Jadi saat berkunjung ke Medan saya tak pernah melewatkan kesempatan untuk mencicipi pancake Medan. Pertama kali saya mencicipi pancake Medan sekitar tahun 2009. Saat berkunjung ke Medan teman saya mengatakan, “Mba Alida harus coba pancake durian.” Dia memberikan saya satu buah. Rasanya? Lezat banget! Daging duriannya utuh. Kulit pancakenya tipis. Sungguh perpaduan yang tepat. Saya suka sekali!

Saya kemudian mendapat nomor telepon penjual pancake durian. Pancake durian beku kemudian dikirim ke bandara dan transaksi pun berlangsung di sana. Untuk menghilangkan bau durian, pengemasan dibuat tertutup rapat sehingga bau tak keluar. Sayangnya pas mau naik pesawat, petugas bandara melarang kami membawa pancake durian karena semua makanan dilarang masuk pesawat. Saya sempat khawatir pancake yang dibawa itu akan rusak dan lumer karena dimasukkan ke bagasi. Tapi sampai di Jakarta, pancake durian masih utuh. Beberapa tahun kemudian saat ke Medan saya pun memesan pancake durian di orang yang sama. Kini, pancake durian mudah ditemukan di Jakarta.

Sroto Banyumas

Saat ke Banyumas, Jawa Tengah, jangan lupa makan sroto. Sroto adalah makanan khas Banyumas yang terdiri dari tauge, irisan daging, soun, dan keripik. Semua bahan itu kemudian disusun di atas mangkok kecil dan disiram kuah bening. Oh ya, tambahkan sambal kacang yang menjadi ciri khas dari kuliner ini. Sroto nikmat dikonsumsi dalam keadaan panas. Sroto juga bisa dikonsumsi bersama ketupat atau nasi. Rasa sroto enak dan pas di lidah. Harga satu porsi sroto banyumas sekitar Rp 13 ribu. Saya menikmati sroto ini saat berkunjung ke rumah adik ipar di Banyumas, Jawa Tengah. Sroto yang kami coba posisinya berada di ujung gang. Aksesnya lumayan susah. Tapi meskipun begitu meja di warung sroto itu hampir selalu penuh.

Kupang Lontong Sidoarjo

Saat berkunjung ke Sidoarjo, Jawa Timur, nikmatilah kelezatan kupang lontong. Saya biasanya membeli Kupang Lontong di Alun-Alun Kota Sidoarjo. Kupang merupakan kerang kecil yang hidup di air asin. Kupang ini kemudian direbus dan disajikan dengan potongan lontong serta siraman kuah bening. Rasanya semakin lezat jika dimakan bersama sate kupang. Untuk menetralisir kupang yang dimakan sebaiknya santap makanan ini bersama es degan.

Soto Kudus dan Sate Kerbau

Setiap kali main ke Kudus, Jawa Tengah, saya selalu membeli soto kudus. Soto kudus biasanya disajikan dalam mangkok kecil. Di dalam mangkok itu tersusun nasi, tauge, irisan daun bawang, dan irisan ayam. Rasannya sangat menggugah selera. Kuah soto kudus cukup pekat. Dagingnya juga agak keras dan berukuran besar. Saya biasanya menyantap soto kudus bersama telur puyuh rebus. Oh ya, jika ke Kudus, jangan lupa juga untuk mencoba sate kerbau, yang juga merupakan makanan khas Kudus. Rasa dagingnya manis dan bumbunya juga khas. Hingga kini, saya sekeluarga memiliki langganan soto kudus dan sate kerbau yang terkenal enak. Hanya saja langganan saya itu hanya buka di malam hari.

Nasi Pulu Srikaya

Makanan ini berbahan dasar beras ketan, yang di Ambon disebut pulu. Di daerah lain lebih sering saya menjumpai kue ketan srikaya, yakni ketan yang di atasnya terdapat lapisan fla srikaya berwarna hijau. Tapi di Ambon, fla srikayanya tidak keras seperti kue ketan srikaya. Di sana fla agak encer dan biasanya disiram di atas nasi ketan (nasi pulu). Saat main ke Ambon dulu, ini salah satu makan yang saya incar. Tapi saya sempat deg-degan, sebab sampai hari terakhir di Ambon saya belum berkesempatan untuk menyicipi makanan ini. Untungnya, pagi sebelum kembali ke Jakarta, paman saya datang membawa nasi pulu srikaya siram. Porsinya lumayan banyak sehingga saya harus berbagi dua dengan Papa. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga makan nasi pulu srikaya.

Ikan Asar Jayapura

Sebetulnya, ikan asar tak hanya terdapat di Jayapura. Di Ambon, Maluku, pun banyak sekali yang menjual ikan asar. Nah, ikan asar yang saya beli di Jayapura ukurannya lebih besar dan harganya lebih murah. Sekitar tahun 2010 saat berkunjung ke Jayapura, ikan asar dijual di pasar oleh perempuan asli Jayapura. Harganya kala itu Rp 25 ribu. Ikan Asar dimasak dengan cara diasapi dan sangat nikmat dikonsumsi bersama nasi panas plus sambal colo-colo, yakni sambal yang terdiri dari irisan bawang merah, cabai rawit, dan jeruk nipis.

Enam kuliner dari enam daerah itu tentu hanya sebagian kecil kuliner Indonesia. Menikmati kuliner bisa dilakukan sendiri atau bersama keluarga atau sahabat. Hal yang sering saya lakukan ketika bepergian adalah membeli oleh-oleh berupa aneka kuliner sehingga dapat dinikmati bersama orang tersayang. Membeli oleh-oleh setelah menempuh perjalanan membuat keluarga ataupun sahabat yang tidak bepergian bersama kita dapat ikut merasakan petualangan kuliner.

Kini, petualangan kuliner Indonesia juga dapat ditemukan di Omiyago. Omiyago.com merupakan sebuah platform Indonesia yang memudahkan akses ke makanan khas dan makanan ringan dari seluruh Indonesia. Kata "Omiyago" berasal dari kata Jepang "omiyage" yang berarti souvenir atau oleh-oleh yang biasa diberikan kepada teman-teman, rekan kerja, dan keluarga sekembali dari perjalanan. Saudara atau teman pasti akan senang jika mendapat kuliner khas Indonesia yang berasal dari Omiyago. Apalagi harga yang ditawarkan juga bervariasi, sesuai dengan kuliner yang diinginkan.

Cara untuk mendapatkan kuliner Indonesia pun sangat mudah. Hanya dengan empat cara, kuliner khas Indonesia bisa anda peroleh.

Berbagai macam makanan dan makanan ringan Indonesia tersaji di Omiyago. Produk kuliner Indonesia di Omiyago disajikan secara cepat dengan kualitas terbaik serta dikemas dalam kotak yang dirancang unik. Omiyago ingin memberikan pengalaman yang berbeda sehingga konsumen dapat mempersembahkan souvenir kepada rekan atau keluarga secara mudah dan cepat.

Oh ya, saya ingin bertanya. Kuliner daerah apa yang paling teman-teman gemari? Mengapa kuliner itu menjadi kegemaranmu? Yuk berbagi di kolom komentar. Terima kasih.

Rach Alida Bahaweres adalah pemenang 1 Omiyago Blog Competition. Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan di blog pribadi Rach Alida.

SHARE TO:



Comment :