Kamu Perlu Tahu 11 Startup Travel Ini

Posted in 03 May 2017 by telusuRI

Kita sudah sama-sama tahu bagaimana TripIt, Airbnb, dan Hipmunk sudah merevolusi dunia perjalanan. Namun sekarang juga sedang bermunculan startup-startup perjalanan baru yang juga akan semakin mengubah lanskap industri perjalanan. Sebelas startup ini akan membantumu memesan tiket pesawat, mencari kamar hotel murah, merancang “itin,” dan menghemat perjalananmu—mereka akan bikin perjalananmu lebih berkesan, tentunya dengan harga yang lebih cocok buat dompetmu.

1. Peek—Untuk Mencari dan “Booking” Aktivitas-Aktivitas Seru

Setelah mengantongi tiket murah dan dapat penginapan berharga miring, lantas apa yang akan kamu lakukan ketika sudah tiba di tujuan? Laman seperti TripAdvisor dan forum-forum lain terkadang tidak akurat dan informasinya sudah basi. Ruzwana Bashir merevolusi cara orang merencanakan perjalanan dengan meluncurkan Peek.com (lihat sendiri itinerary San Francisco versi Bashir di sini), yang bisa dikatakan sebagai separuh travel agent dan separuh tour guide. Peek memilih-milih aktivitas-aktivitas menarik, menyajikannya secara menarik dalam web, dan membuatnya gampang dipesan dari gawaimu. Peek akan memotong 15%-30% dari tiap transaksi yang dilakukan di laman itu. Kamu bisa mencari aktivitas-aktivitas seru berdasarkan banyak kategori—romantis, di bawah Rp 1 juta, petualangan, destinasi-destinasi sepi, tur, dan masih banyak lagi, atau kamu bisa membaca ulasan-ulasan dari para seleb lokal, chef, musisi, dan editor media traveling di rubrik “My Perfect Day.”

2. Zaptravel—Saat Kamu Bingung Mau Ngapain

Saya mau jalan-jalan seminggu ke destinasi romantis di Eropa Bulan Agustus. Saya mau coba wine dan menginap di hotel bintang lima. Saya mau liburan akhir pekan tapi nggak mau keluar duit terlalu banyak. Itulah hal-hal yang dulu biasanya kamu bilang ke travel agent, yang dengan jeli merancang sebuah perjalanan ideal buatmu. Namun teknologi sudah mulai menggantikan agen perjalanan, dan meskipun sekarang sudah banyak aplikasi yang membantumu untuk pesan tiket pesawat dan kamar hotel, terkadang kamu masih perlu bantuan untuk menentukan ke mana kamu akan bepergian.

Zaptravel adalah agen perjalanan wisata digitalmu, yang mesin pencari canggihnya akan melakukan pencarian di semesta internet (10 juta rute perjalanan, 2.000 destinasi, 10.000 catatan perjalanan, 15.000 event, 400.000 hotel, dan 10 juta review), dan akan menyajikan harga-harga terbaik. Berhubung merencanakan perjalanan lumayan makan waktu—dan waktu adalah uang—Zaptravel membantumu untuk membandingkan harga-harga paket wisata akhir pekan, hotel, sekaligus menyuguhkan informasi berupa review, acara yang bisa kamu kunjungi, dan rute penerbangan paling cocok buatmu.

“Kami hanya menyajikan harga-harga yang menarik, “ujar pendiri Zaptravel Andrew Lacy. “Yang kami suguhkan hanyalah yang diinginkan oleh para pengguna.”

3. Adioso—Untuk Para Pejalan “Selo” yang Mendambakan Perjalanan Murah

Adioso adalah sebuah startup untuk para pejalan selo dan “sadar harga” yang cuma ingin tahu deal-deal menarik yang tersedia. Kalau kamu ingin tahu, misalnya, “Jalan-Jalan ke New York dari Bangkok Bulan September untuk 11 hari,” di hasil pencariannya akan keluar beberapa itin sekaligus harga-harganya. Kalau harganya terlalu tinggi, kamu bisa menyimpan hasil pencarian itu dan meminta agar dikirimkan email kalau harganya turun. Kalau kamu selo dan tidak ngotot ingin pergi ke satu destinasi tertentu, Adioso bisa membantumu untuk menemukan lokasi liburan unik namun berbiaya miring.

4. Routehappy—Untuk Mencari Penerbangan Paling Nyaman

Hipmunk barangkali membantumu untuk menemukan penerbangan-penerbangan murah, jadwal yang sesuai, dan waktu transit yang tidak terlalu lama, namun ada hal-hal lain yang dicari orang dalam sebuah penerbangan—legroom (ruang untuk kaki), makanan ringan, Wi-Fi, TV, colokan, dan tempat duduk yang bisa diatur kemiringannya, yang akan berpengaruh pada kenyamananmu selama di udara. Routehappy dibuat untuk membantumu menemukan penerbangan terbaik sekaligus berkesan, dan di Routehappy setiap rute diurus oleh ahlinya. Tim startup ini membuat sebuah basis data lengkap—denah kursi, tipe pesawat, durasi perjalanan, dan fasilitas—seluruh penerbangan di dunia dan menggabungakan itu semua ke dalam sebuah index “happiness score.”

Ditambah lagi, Routehappy juga menyediakan kolom review akurat yang menyediakan informasi mengenai kru pesawat, makanan, tempat duduk, dan lain-lain, selain informasi tentang keamanan bandara, proses check-in, ruang tunggu, restoran, dan toko. Review-review tersebut akan membantumu menentukan cara terbaik menuju kota dari bandara, apakah sebaiknya menghabiskan uang untuk penerbangan kelas eksekutif, apakah kamu sebaiknya membeli bekal dulu sebelum ke bandara, dan bagaimana menghemat uang selama dalam pesawat.

5. Triptease—Untuk Menemukan Destinasi-Destinasi Keren

Apalah artinya liburanmu kalau tidak di-upload ke Instagram. Fotografi sudah jadi salah satu unsur penting dalam kehidupan sehari-hari, selain perjalanan tentunya. Itulah yang membuat Triptease menyediakan review-review perjalanan yang diperindah oleh foto-foto yang menggugah perasaan. Kita sama-sama tahu kalau manusia gampang “gumun” melihat foto-foto yang indah, dan ketika merencanakan sebuah perjalanan, melihat foto-foto orang di destinasi-destinasi menarik akan membantumu memutuskan akan kemana kamu menuju.

6. Triposo—Untuk Menemukan Hal-Hal Menarik saat Kamu “di Sana”

Tidak perlu lagi membuka lembaran-lembaran buku panduan perjalanan Frommers dan Lonely Planet—aplikasi Triposo di Android dan iOS menyediakan rekomendasi-rekomendasi kegiatan dan atraksi wisata—museum, toko untuk belanja, taman, pantai, restoran, klab, dan lain-lain—berdasarkan lokasi, waktu, cuaca, dan kegemaranmu, dan membantu para pejalan untuk menikmat destinasi-destinasi dengan cara baru. Triposo penuh informasi yang up-to-date, peta, dan rekomendasi lebih dari 15.000 destinasi di 200 negara. Panduan-panduan di sini akan menyediakan informasi mengenai sejarah dan budaya destinasi yang kamu tuju, membantumu untuk mem-booking tur, merencanakan apa-apa saja yang akan kamu kunjungi, dan membantumu menemukan restoran enak. Ditambah lagi, ada pula informasi berharga tentang kurs mata uang dan bahasa.

7. Tingo—Untuk Memastikan Harga Hotel

Saat merencanakan perjalanan dan berusaha untuk membuat itin yang sehemat mungkin, tak ada yang lebih menjengkelkan daripada melihat harga kamar hotel yang kamu booking seharga Rp 500 ribu turun menjadi Rp 400 ribu semalam. Tingo, yang memungkinkanmu untuk mem-booking sebagian besar hotel yang bisa kamu temukan di laman-laman travel besar (ini adalah anak perusahaan TripAdvisor), akan secara otomatis mengubah booking-an mu di harga yang lebih rendah dan me-refund jika harganya turun. Selisihnya akan dibayarkan kembali pada kartu kreditmu setelah kamu check-out, dan tak ada limit selisih yang akan di-refund. Sekitar 45% hotel direservasi secara online, menurut Tingo, dan orang Amerika seharusnya bisa berhemat 300 juta dolar jika laman ini sudah dirilis pada 2011.

8. BlackJet—Untuk Kesan Pertama yang Begitu Menggoda

Senang pakai Uber? BlackJet mengisi ruang antara jet pribadi dan pesawat komersial, dengan mengusung “Uber untuk jet pribadi.” Jet-jet yang tersedia berkapasitas antara enam sampai empat belas, dan penerbangannya tersedia dari dan ke Los Angeles, Las Vegas, San Francisco, New York, Boston, Chicago, Dallas, Florida, dan Seattle. Mau booking satu kursi? Gampang, ada aplikasinya untuk iPhone. Usut punya usut, salah satu pendiri BlackJet ternyata adalah orang penting di balik Uber dan StumbleUpon.

9. TheSuitest—Untuk Menemukan Kamar Terbaik

Ada ratusan ribu hotel di seluruh dunia, jadi sepertinya bakal lumayan susah untuk menemukan hotel paling pas untuk perjalananmu. TheSuitest membantumu menemukan kamar terbaik berdasarkan preferensimu—waktu perjalanan, fasilitas yang kamu cari, anggaran, dll., dan TheSuitest akan menyodorkan padamu daftar kamar-kamar potensial yang bisa kamu bandingkan. Tapi TheSuitest tidak cuma menampilkan harga—ia juga menyertakan fasilitas yang disediakan, jadi kamu akan bisa mengira-ngira apakah harganya sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan atau tidak. Kamu bisa mengurutkan pencarian berdasarkan harga, “deal grade,” kualitas kamar, dan laman itu akan memberitahumu mengenai biaya ekstra yang akan kamu keluarkan ketika memanfaatkan fasilitas-fasilitas itu.

10. Bag2Go—Untuk Menjaga Keamanan Barang Bawaan

Tak ada yang lebih mengerikan daripada mendarat di bandara setelah perjalanan panjang dan menemukan bahwa tasmu hilang atau ketinggalan. Namun Airbus baru-baru ini meluncurkan “Bag2Go,” sebuah “tas pintar” yang dilengkapi dengan GPS, RFID dan koneksi 2G. Bag2Go memungkinkanmu untuk memantau keberadaan tasmu, memastikan bahwa tas tersebut sudah berada di dalam bagasi pesawat. Alat pelacaknya akan dimatikan ketika terbang, jadi kamu tak perlu khawatir melanggar aturan penerbangan.

11. Find My Itin—Untuk Mencari Itinerary yang Dibikin Keroyokan

Bagi 49% pejalan, perencaan perjalanan adalah tahap penting, dan para pejalan menghabiskan waktu sekitar 29 hari untuk mengunjungi lebih dari 20 website selama proses ini. Ini adalah proses yang memakan waktu sebab sumber informasi yang diperlukan tersebar di banyak tempat, dan pun ketika kamu bisa menemukan informasi spesifik tentang sebuah destinasi, susah juga untuk merangkainya dalam sebuah itinerary yang rapi. William Tang dan Stott Thompson—teman masa kecil yang suka jalan-jalan dan berinovasi—memanfaatkan tagar (hashtag) sebagai sumber informasi untuk merancang itinerary.

“Kami mengambil tagar dan kemudian merangkainya,” ujar Tang. “Adalah gampang sekali untuk membagikan perjalanmu, semudah menuliskan apa yang ada dalam pikiranmu dan memberikan tagar mengenai tempat-tempat yang sudah pernah kamu kunjungi atau yang ingin kamu kunjungi.” Dengan semakin jamaknya penggunaan tagar dalam masayarakat digital, ini dapat menjadi sebuah alternatif baru untuk menemukan destinasi-destinasi baru yang menarik untuk dikunjungi.

Sumber: Lauren Drell, Mashable.com

SHARE TO:



Comment :