Kota Makassar

Belajar Sejarah dari Benteng Fort Rotterdam Makassar

Posted in 06 Oct 2016 by Sutiknyo

bentengroterdam1

Sebuah becak terparkir di pintu masuk benteng. Lantai kawasan benteng juga masih terlihat basah akibat hujan yang baru saja mengguyur Makassar. Sore itu hiruk pikuk terlihat di jalan raya yang berada di depan benteng sementara langit Makassar memperlihatkan pesonanya.

Akses menuju benteng ini mudah sekali. Jika kamu berada di Pantai Losari, tinggal jalan kaki menyusuri jalanan di pinggir pantai ke arah barat saja pasti akan ketemu. Ketika memasuki kawasan benteng saya seolah terlempar pada masa-masa ketika benteng ini dibangun. Raja Gowa ke-X, Karaeng Tunipalangga Ulaweng, sangat berjasa dalam pembangunan benteng ini pada tahun 1545.

bentengroterdam2

Banteng ini pernah hancur pada masa VOC. Kesultanan Gowa kala itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Pada penyerangan kala itu, armada VOC mencoba merebut jalur perdagangan rempah-rempah dan memperluas sayap kekuasaan mereka untuk mempermudah mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku yang memang menjadi sentra rempah. Penyerangan yang berlangsung lama itu mengakibatkan sebagian benteng hancur, dan akibat kekalahan itu juga Raja Gowa dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada tangga 18 November 1667.

Berkeliling area benteng membuat kita takjub dengan kemegahannya. Dinding benteng ini kokoh menjulang setinggi 5 meter dan setebal 2 meter. Sebuah bangunan menyerupai gereja terdapat di tengah area. Namun menurut informasi dari seorang ahli sejarah yang menemani saya berkeliling itu bukanlah gereja melainkan ruang pertemuan.

Ketika mengunjungi Fort Rotterdam jangan lupa untuk naik ke atas bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi terletak di setiap sudut benteng. Cobalah naik ke salah satunya dan nikmatilah langit senja Makassar dari sana!

SHARE TO:



Comment :