Kota Surakarta

Berburu Harta Karun di Kota Solo

Posted in 07 Oct 2016 by Rivai Hidayat

IMG_5983_Rez

Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, Solo memiliki banyak harta karun berupa barang-barang pusaka dan antik. Pasar Windujenar, yang lebih akrab disebut sebagai Pasar Triwindu, adalah salah satu pasar barang antik yang populer di Pulau Jawa.

Persis di depan pintu masuk pasar, kamu akan disambut oleh patung laki-laki dan perempuan Jawa sedang duduk bersila di atas panggung batu. Ketika menelusuri lorong-lorong pasar ini kamu akan merasa seperti seorang pemburu harta karun yang sedang berkeliaran di surga barang antik, sebab di kanan dan kiri kamu akan dengan mudah menemukan koin-koin zaman dulu, kain-kain, patung, kalung, gelang, topeng, hingga berbagai benda yang diklaim sebagai fosil makhluk purba dari Sangiran. Tidak ketinggalan juga setrika arang, poster-poster tua dan juga rokok zaman baheula. Pasar Triwindu ini juga adalah tempat favorit para kolektor dan penggila otomotif karena jika jeli mereka bisa mendapatkan onderdil yang sudah tidak lagi diproduksi.

IMG_6006

Mata saya terpaku pada sebuah toko yang menjual kamera analog—ya, di sana tertumpuk kamera-kamera tua. Body yang masih kaku dan lampu-kilat eksternal yang masih aneh bentuknya menarik mata saya. Saya langsung senyam-senyum sendiri dan mulai melihat satu demi satu kamera tersebut. Body yang sudah karatan dengan pencahayaan hanya dari lampu pijar menambah nilai kuno pada sudut toko ini. Rasanya saya akan betah berlama-lama di tempat ini.

IMG_5986

Uniknya, sampai sekarang Pasar Triwindu masih melayani sistem barter. Jadi koleksi barang antikmu bisa ditukar dengan barang antik yang lain, tentu saja dengan negosiasi dan kesepakatan tentang nilai barang yang ingin dibarter. Pasar ini wajib dikunjungi jika kamu berkunjung ke Solo. Lagian, barang-barang antik ini juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk kerabat yang menunggu di rumah.

Tak terasa hujan pun reda. Berlama-lama di sini hanya akan bikin saya ngiler untuk membeli dan membawa pulang barang-barang antik itu. Dengan berat hati saya melangkahkan kaki keluar Triwindu.

SHARE TO:



Comment :