Kabupaten Semarang

Canyoning, Menikmati Lekuk Air Terjun

Posted in 07 Oct 2016 by Dhave Dhanang

IMG_2234

Rasanya saya ingin mengulang apa yang baru saja saya rasakan. Merosot di aliran air terjun hampir 40 meter, lalu bergelantungan dengan seutas tali, diakhiri dengan melompat pada sebuah jaram, dan berenang di tepian. Langkah kaki kecil ini kemudian menyusuri aliran sungai dan melakukan berulang-ulang—itulah kenikmatan dari sajian bentang alam. Sebuah aktivitas alam bebas yang menantang, berbahaya, memiliki risiko tinggi, butuh perhitungan, dan yang pasti membuat ketagihancanyoning.

Berawal dari aktivitas para ilmuwan dalam melakukan pekerjaan di alam bebas, yang memaksa untuk melewati jeram-jeram sungai, naik-turun air terjun, berenang di arus yang deras, maka dibuatlah alat-alat pengaman beserta prosedurnya. Seiring berjalannya waktu, di Perancis pada dekade ‘60-an mulai berkembang olahraga yang kegiatannya seperti apa yang dilakukan ilmuwan tersebut. Dengan peralatan panjat tebing sebagai pengaman, digabungkan dengan peralatan selam, maka diciptakanlah canyoning. Secara sederhana canyoning bisa diartikan sebagai suatu aktivitas menyusuri aliran sungai berupa air terjun, lembah, atau jeram, dengan cara rapelling, sliding/merosot, melompat, dan berenang. Bermacam keahlian digabungkan demi mengatasi rintangan.

14282883051525321632

Sliding atau merosot adalah sebuah piihan untuk menikmati lekuk aliran air terjun. (dok.pri)

Faktor utama dalam canyoning adalah keselamatan. Butuh perencanaan dan perhitungan yang matang untuk melakukan olah raga ini. Survey medan harus benar-benar dilakukan secara detail untuk melihat seberapa deras arus sungai, seberapa dalam jeramnya, seberapa tinggi air terjunnya, dan seberapa jauh jaraknya. Setelah survey lalu dicari tempat yang bisa digunakan untuk memasang pengaman. Pengaman berupa tali kernmantle dan harus ditambatkan pada jangkar pengaman. Jangkar pengaman bisa batu, pohon, atau terpaksa dibuat sendiri dengan memaku batu atau mengebornya untuk memasang pengait. Yang terakhir adalah pemilihan waktu yang tepat, sebab sungai memiliki potensi bahaya yang tinggi terutama jika banjir bandang. Air bah sewaktu-waktu bisa datang tanpa ada peringatan. Jika di bagian hulu hujan, sebaiknya segera urungkan niat.

Baca: Menelusuri Nadi Kali Pancur

Keselamatan menjadi harga mati. Berapapun harus dikorbankan daripada menjadi korban. Olahraga ini memang tidak murah; peralatan yang digunakan cukup menguras dompet. Seutas tali kernmantle berharga 2 jutaan, satu buah cincin kait harganya 200 ribuan—padahal butuh puluhan cincin kait. Selain tidak murah, olahraga ini juga tidak lazim dilakukan sebab tidak sembarang orang bisa melakukan, dan masih banyak pertimbangan lain. Namun yang pasti sekarang banyak operator yang memberikan layanan olahraga ini dan anda tinggal mengikuti arahan instrukturnya saja.

14282883761966580096

Dibutuhkan tenaga yang cukup mumpuni, mental yang kuat, sekaligus keterampilan memanjat tebing. Berenang bisa menjadi bekal yang baik untuk canyoning. (dok.pri)

Pagi ini, di kaki Gunung Telomoyo, Jawa Tengah, saya berada di ambang sebuah air terjun bernama Kali Pancur. Pada musim hujan debit air terjun ini cukup deras dan sangat cocok untuk canyoning. Sudah dua kali saya melakukan canyoning di tempat ini, sehingga sudah cukup hafal dengan medannya. Dua buah jangkar pengaman saya pasang sebagai pengaman utama untuk seutas tali sepanjang 50 meter. Pengaman seperti helm, seat harness, figure of eight/descender, ascender, beberapa cincin kait, dan sepatu sudah dikenakan. Jangan lupa lakukan pemanasan yang cukup dan pastikan perut sudah terisi penuh. Antar penggiat harus saling memeriksa satu sama lain dan berusaha untuk meminimalisasi kesalahan, sebab tidak ada toleransi untuk sebuah kesalahan pada olahraga ini.

14282884702080003684

Apalah arti bisa menaklukan alam ini jika keselamatan yang kadang menjadi taruhan? Apalagi hanya demi sebuah eksistensi. Sapa dan nikmatilah alam. Namun tetap utamakan keselamatan dan minimalkan kerusakan alam. Juga, percayakan keselamatan pada seutas tali 10 mm. (dok.pri)

Leader adalah orang yang pertama turun untuk mastikan keamanan jalur. Turun awal, saya langsung dihadapkan pada air terjun dengan kemiringan bervariasi dengan ketinggian sekitar 40 meter. Memang butuh keterampilan khusus untuk menghadapi medan seperti ini—minimal paham tali-temali, tahu rapelling, dan tidak takut pada ketinggian. Awalnya memang mengerikan, tepi jika sudah bersentuhan dengan air lalu kepleset maka akan meledaklah adrenalin dan barulah petualangan canyoning terasa nikmat. Semenantang-menantangnya olah raga ini, betapapun menyenangkan, tetapi yang utama adalah menjaga alam ini dan keselamatan. Selamat bertualang!


Artikel ini ditulis oleh Dhave Dhanang, dan sebelumnya dipublikasikan di sini.

SHARE TO:



Comment :