Kabupaten Lumajang

Diguyur Seribu Air Terjun di Coban Sewu

Posted in 07 Oct 2016 by Islah Agus

P_20150311_093346_1_20150313193849701

Dari desa terakhir di Kecamatan Ampelgading, kami hanya bisa melihat tampak atas Coban Sewu.

Coban Sewu berada di aliran Sungai Glidih yang menjadi batas antara Kecamatan Ampelgading, Malang, dan Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Dari cerita yang saya dapat sebelum berangkat, lokasi Coban Sewu sangat sulit untuk dijangkau akibat keterbatasan akses—medannya juga masih sangat ekstrim. Namun semua itu tak menyurutkan niat saya untuk mencari air terjun itu.

Lalu petualangan pun dimulai. Bersama tiga rekan, saya langsung menuju desa terakhir di Ampelgading yang berbatasan dengan Lumajang. Dari desa ini kami hanya bisa melihat tampak atas Coban Sewu. Semula kami tidak menemukan jalan turun. Karena tak menemukan akses ke bawah, kami terpaksa kembali ke tempat parkir. Kebetuntungan datang; kami mendapat info dari warga bahwa ada jalan turun menuju Coban Sewu.

Tanpa buang waktu, mengikuti arahan yang diberikan oleh warga setempat, kami langsung menuju ke jalan turun yang dimaksud. Motor tak bisa terus melaju menuju coban sebab semakin lama jalan menjadi semakin licin. Tak lama kemudian seorang pria keluar dari rumah tepat di depan motor kami berhenti. Ia mengatakan bahwa jalan turun ke sungai masih jauh. Tidak hanya itu, ia juga bilang bahwa dalam perjalanan kami akan menjumpai jurang. Bapak itu menasihati kami untuk selalu berhati-hati sebab sebelumnya ada seorang pejalan yang jatuh ke dalam jurang dan meninggal saat melakukan perjalanan menuju coban.

Kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalan setapak yang diapit ladang pertanian dan berujung pada titian yang kanan kirinya jurang. Jalan turun terlalu sulit dan berbahaya. Boleh dibilang bahwa jalan sudah hilang sebab untuk melanjutkan perjalanan kami mesti menerabas pepohonan di pinggir tebing. Kami pun memutuskan untuk balik kanan disertai sedikit rasa kecewa.

P_20150311_124344_1_20150313194405802

Coban Sewu berada di aliran Sungai Glidih yang menjadi batas antara Kecamatan Ampelgading, Malang, dan Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Walaupun kecewa kami tidak putus asa. Masih ada alternatif lain, yakni mencari akses jalan lewat Gua Tetes. Setiba di Gua Tetes yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, kami mulai mencari jalan turun ke sungai yang terletak di dasar jurang. Bukannya keberhasilan, malah kegagalan demi kegagalan yang kami dapatkan. Kami hampir menyerah ketika akhirnya tiba di salah satu aliran air terjun Gua Tetes yang tampaknya bisa dituruni.

Salah satu dari kami mencoba untuk memeriksanya aliran tersebut. Ternyata benar bahwa aliran tersebut bisa dituruni hingga sampai dasar jurang. Namun meskipun bisa dilewati, untuk turun kami harus ekstra hati-hati sebab, selain sulit, medannya juga amat licin. Akhirnya setelah bersusah payah kami pun tiba di dasar jurang. Semangat kami pun kembali terkumpul.

Meski belum puas menikmati keindahan Coban Sewu, kami mesti bergegas untuk kembali ke atas sebab langit sudah mulai gelap. Jika hujan turun air sungai juga akan secara otomatis meluap. Kalau itu terjadi kami pasti akan terjebak di dasar jurang. Ah! Sebuah petualangan yang benar-benar menguras adrenalin!

 

SHARE TO:



Comment :