Kabupaten Lombok Tengah

Festival Bau Nyale, Lombok

Posted in 06 Oct 2016 by telusuRI

FINAL-BAU-NYALE-TELUSURI

Sebagai sebuah tradisi yang telah turun-temurun dilakukan masyarakat suku Sasak, pemukim mula-mula Pulau Lombok, Bau Nyale punya kaitan erat dengan legenda Putri Mandalika yang telah hadir sejak sebelum abad ke-16 silam.

Konon, dahulu kala tersebutlah sebuah kerajaan bernama Tanjung Bitu yang dipimpin oleh seorang bijaksana bernama Raja Tonang Beru. Ia memiliki seorang putri bernama Mandalika yang kecantikannya memesona mata para pangeran dari kerajaan-kerajaan lain. Lalu pada suatu pagi tanggal 20, bulan 10, tahun Sasak, di sebuah pantai berkumpullah para pangeran yang ingin meminang sang Putri.

Putri Mandalika yang tak ingin dipersunting para pangeran itu lalu berdiri di atas sebongkah batu, kemudian terjun ke laut. Rakyatnya berusaha untuk mencari sang Putri. Mereka berusaha dan terus berusaha namun tak kunjung membuahkan hasil. Bukannya menemukan Putri Mandalika, mereka malah menjumpai makhluk laut kecil serupa cacing yang disebut nyale. Akhirnya, nyale dianggap sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Sejak itu, setiap tanggal 20, bulan 10, tahun Sasak, penghuni mula-mula Pulau Lombok itu rutin melaksanakan acara Bau Nyale. Biasanya perayaan ini jatuh pada bulan Februari penanggalan Masehi. Seiring perkembangan zaman, Festival Bau Nyale tidak hanya diikuti oleh suku Sasak saja, namun juga pemerintah dan para wisatawan.

SHARE TO:



Comment :