Hendra Wijaya: Trans Sumatera Duathlon Ultra 2519 KM

Posted in 09 Oct 2016 by telusuRI

WhatsApp-Image-20160503 (1) Selama 14 hari perjalanan, tim Trans Sumatera Duathlon Ultra 2519 KM mengadakan meetup dengan komunitas dan media lokal di empat kota besar yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Lampung.

Trans Sumatera Duathlon Ultra 2519 KM adalah kegiatan berlari dan bersepeda sepanjang jalur lintas Sumatera oleh Hendra Wijaya dengan jarak tempuh 2519 km selama 14 hari, mulai dari Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang hingga Bakauheni di Lampung. Trans Sumatera Duathlon Ultra juga menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Indonesia, khususnya yang berada di Lintas Timur Pulau Sumatera dan upaya penggalangan dana untuk pendidikan anak-anak di Panti Asuhan Roslin yang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Hendra Wijaya dikenal sebagai endurance-athlete ultra marathon dan ultra triathlon yang malang melintang mengikuti lomba-lomba ekstrem di dunia, seperti di  Kutub Utara (566 k)m, padang pasir Oman (300 km), dan Tor des Geants (330 km) di Alpen. Ia tiba di Bakauheni pada hari Minggu, 24 April 2016, sekitar pukul 14.00 WIB setelah melakukan perjalanan berlari dan mengayuh sepeda membelah Pulau Sumatera selama 14 hari dengan jarak tempuh lari sejauh 462 km dan bersepeda 2057 km. Total jarak darat lari dan bersepeda yang ditempuh Hendra Wijaya adalah 2519 km, ditambah dengan 30 km jarak laut saat penyeberangan dari Sabang menuju Aceh menjadi 2549 km.

Bersama Hendra Wijaya, turut pula Mila Marlina yang bergabung di race ini pada hari kedua di Aceh dan Mak Del Denai yang bergabung dari Palembang. Mila Marlina menempuh perjalanan berlari dengan total jarak 450 km, sedangkan Mak Del menempuh total jarak sekitar 70 km dengan berlari juga dari Palembang hingga Bakauheni.

"Target awalnya memang 16 hari, tapi kami menyelesaikannya dalam waktu 14 hari. Meskipun kendala tetap saja ada dalam perjalanan, tetapi banyak hal dimudahkan hingga kami bisa mencapai finish lebih cepat. Saya berterimakasih kepada tim support, juga teman-teman komunitas serta media lokal yang terus mendukung kami hingga hari ini," ujar Hendra Wijaya. Trans Sumatera Duathlon Ultra 2519 KM mendapatkan dukungan penuh dari tim support yang mengawal selama 14 hari perjalanan, yaitu telusuRI, Traveller Kaskus, Kaskus OANC, Travelnatic, Indonesia in Your Hand, dan Langit Eterprise.

WhatsApp-Image-20160503

Hendra Wijaya dan Tim Pendukung.

Selama 14 hari perjalanan, tim Trans Sumatera Duathlon Ultra 2519 KM mengadakan meetup dengan komunitas dan media lokal di empat kota besar yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Lampung. "Kami nggak menyangka sebelumnya kalau di kota-kota tersebut akan disambut. Meetup pertama kami di Medan dihadiri kurang lebih 100 orang, di sana kami disambut oleh teman-teman Backpacker Medan dan Kaskus Regional Medan. Lalu di Pekanbaru kami disambut oleh LibuRun, juga Pak Sony yang menyediakan fasilitas tempat dan penginapan. Di Palembang, kami disambut oleh Backpacker Palembang dan Kedai Coffeephile. Di Palembang pula, kami kehadiran pelari pendamping yaitu Mak Del Denai. Saat memasuki Lampung, kami disambut oleh teman-teman Pacers Lampung dan Pak Asikin yang menyediakan tempat serta penginapan. Tim ini memang pada awalnya hanya 7 orang, tapi semakin ke sini tim support terus berlipat ganda," ungkap salah seorang anggota Tim Support Hendra Wijaya.

Pada awalnya, kegiatan Trans Sumatera Duathlon Ultra dilakukan Hendra Wijaya hanya sebagai latihan dalam rangka persiapan menuju Deca Ultra Triathlon di Swiss pada bulan Agustus - September 2016 mendatang, yang menjadi salah satu milestones dalam skema besar perjalanannya sebagai pelaku dan pemain dalam kejuaraan Ultra Triathlon. Namun, pada akhirnya ia juga ingin mendedikasikan kegiatan-kegiatan olahraga ini sebagai alat dalam upaya penggalangan dana bagi yang membutuhkan.

"Dunia anak-anak menyangkut canda tawa dan keindahan atas hidup. Atas kepedulian dan cinta kasih saya kepada anak-anak, maka perjalanan Trans Sumatra ini saya dedikasikan untuk mendukung kegiatan Yayasan Roslin, yang mengelola panti asuhan serta sekolah PAUD gratis berbasis karakter di Kupang. Bukan tidak mungkin kegiatan-kegiatan saya berikutnya juga akan kembali didedikasikan untuk kegiatan Roslin," ungkap Hendra Wijaya.

Penggalangan dana ini dilakukan dengan bermitra bersama Yayasan Indonesia Lebih Baik, melalui situs crowdfunding kitabisa.com. Semua dana yang terkumpul akan diterima oleh Bapak Budi Soehardi sebagai pendiri dan Ketua Yayasan Kasih Roslin Mandiri. "Saya sangat berterima kasih kepada Pak Hendra yang sudah peduli kepada anak-anak kami di Panti Asuhan Roslin. Keluarga besar Roslin akan sangat senang menerima Pak Hendra di Kupang saat beliau melakukan Trans Jawa-Bali-Nusa Tenggara di masa yang akan datang," demikian ungkap Budi Soehardi.

Dokumentasi perjalanan berupa video dan augmented reality akan segera dirilis agar teman-teman yang lain bisa ikut merasakan perjalanan Trans Sumatera Duathlon Ultra. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi untuk membuat kegiatan-kegiatan serupa, dan membawa banyak dampak positif untuk masyarakat dan perkembangan dunia pariwisata Indonesia. Cerita perjalanan Hendra Wijaya, Mila Marlina, dan Mak Del dapat dilihat di social media Instagram dan Twitter dengan hashtag #TransSumateraDuathlon.

SHARE TO:



Comment :