Kabupaten Wakatobi

Ikut Merayakan Festival Potapaki di Wakatobi

Posted in 07 Oct 2016 by telusuRI

Infografik-telusuRI-Potapaki

Festival Potapaki bisa jadi satu-satunya pesta rakyat yang dikhususkan untuk menyambut perantau yang pulang ke desanya. Festival ini berlangsung pada 10 Juni-19 Juli 2015 di Desa Kulati, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Potapaki merupakan tradisi Desa Kulati sejak zaman dahulu tetapi baru beberapa tahun terakhir dikemas sebagai festival. Dalam bahasa setempat potapaki bermakna “mari bermusyawarah.” Jadi festival ini merupakan ajang bersukaria melepas rindu sekaligus musyawarah besar ketika para perantau kembali ke desanya.

Festival tiga tahunan ini juga menghadirkan berbagai atraksi budaya berupa tarian, nyanyian, permainan daerah, maupun lomba dan kegiatan keagamaan. Kulati akan semarak selama lebih dari sebulan. Ada pula pesta barbeque ala Kulati yang disebut Hematua. Seluruh penduduk akan berkumpul di pantai untuk memasak berbagai hasil laut dan bumi di atas batu yang sudah dibakar. Puncak acara festival yang jatuh pada Hari Raya Idul Fitri akan menghadirkan dua jenis arak-arakan, yaitu Lemba Kangsodha dan Pajuju.

Lemba Kangsodha adalah arak-arakan remaja yang baru saja menginjak usia akil balig. Para remaja putra dan putri tersebut dipikul dengan tandu berhiaskan bunga setelah melewati masa pingitan selama 8 hari 8 malam yang dikenal dengan ritual Sombo Alalungku. Sedangkan Pajuju adalah tumpukan kue karasi (kue tradisional khas Wakatobi) yang dibentuk menyerupai kubah bertingkat dan diisi makanan lokal termasuk hasil laut seperti ikan, lobster, dan kerang.

Festival Potapaki akan ditutup dengan pelepasan seribu anak penyu di Pantai Hu’untete pada 19 Juli 2015. Hal ini sejalan dengan upaya masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar, baik darat maupun laut.


Sumber: indonesia.travel

SHARE TO:



Comment :