Kabupaten Adm. Kepulauan Serib

Jalan-Jalan ke Pulau Tidung

Posted in 06 Oct 2016 by Sutiknyo

Bersepeda di jembatan cinta

Kedua pulau itu dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu sepanjang hampir satu kilometer terbuat dari kayu kelapa.

“Maaf ya Lang aku gak bisa ikut ke Pulau Tidung,” begitulah kabar terakhir yang saya dapat dari teman-teman yang tadinya mau ke pulau barengan. Dari hampir sepuluh orang yang mau pergi, semuanya pada batal di saat-saat terakhir. Tapi tekad untuk pergi ke pulau itu sangat besar.

Dan akhirnya, hanya bertiga, kami berangkat juga ke Pulau Tidung setelah sedikit khawatir salah satu dari teman saya membatalkan juga keikutsertaannya saat detik-detik terakhir karena ditelpon maupun di-sms tak ada jawaban darinya. Akhirnya di detik-detik terakhir sebelum kapal berangkat muncullah dia di pelabuhan tempat kami akan menumpang ojek kapal ke Pulau Tidung.

Melintas di bawah jembatan CInta

Pulau Tidung besar berpenduduk sekitar 4000 jiwa dengan luas 106,9 ha.

Pulau Tidung bisa ditempuh melalui dua rute. Rute pertama dari Pelabuhan Muara Angke. Dari pelabuhan ini ojek kapal akan berangkat pada pukul 07.00 dan akan memakan waktu tempuh selama 3 jam untuk mencapai Pulau Tidung. Sedangkan rute kedua adalah dari Pelabuhan Rawa Saban Tangerang. Berangkat jam 12.00—tergantung cuaca sebab terkadang jam 11.00 sudah berangkat—dan akan menempuh 2 jam perjalanan. Hanya ada satu kali pelayaran menuju Tidung, baik yang dari Tangerang maupun Muara Angke. Untuk pulang, juga hanya ada satu kali pelayaran dan waktu yang sama, yaitu jam 7.30 pagi.

Pulau Tidung sendiri adalah sebuah desa yang terdiri dari dua pulau, yaitu Tidung Besar (yang berpenduduk) dan Tidung Kecil. Kedua pulau itu dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu sepanjang hampir satu kilometer terbuat dari kayu kelapa. Sungguh jembatan yang sangat indah untuk dieksplorasi jika kamu menyukai fotografi.

Pulau Tidung besar berpenduduk sekitar 4000 jiwa dengan luas 106,9 ha dan—menurut keterangan dari Hanafi seorang Polisi di Pulau Tidung Besar—mayoritas penduduknya adalah perempuan.

Alam Tidung yang mempesona

Pulau Tidung bisa ditempuh melalui dua rute. Rute pertama dari Pelabuhan Muara Angke. Sedangkan rute kedua adalah dari Pelabuhan Rawa Saban Tangerang.

Pulau Tidung Kecil sendiri bukanlah sebuah pulau yang benar-benar kecil. Faktanya pulau ini lumayan besar, meskipun tidak dihuni penduduk. Namun saya menemukan kantor pembibitan bakau dan satu lagi pondokan Abah, seorang lelaki tua yang berkebun di dekat kuburan tua di sana. Pada nisan kuburan tersebut tertera nama Pangerang Hitam, seorang ratu pelarian dari Baduy menurut keterangan Abah.

Setelah numpang salat di musala dekat pondokan Abah kami pun segera memulai aktivitas snorkeling di pantai belakang pondokan Abah. Sungguh lokasi snorkeling yang sangat bagus. Namun karena datang di saat musim yang salah, ombak agak besar terus-menerus membanting saya.

Untuk masalah akomodasi, banyak sekali tersedia penginapan di Pulau Tidung ini. Rata-rata adalah homestay dengan harga berkisar antara 100 ribu sampai 300 ribu.

SHARE TO:



Comment :